بسم الله الرحمن الرحيم
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ayat seterusnya yg akan sy berikan tafsir adalah Al-Jathiya, 6, iaitu ayat kedua yg digunakan oleh Pub In sbg ulama' GAH dlm menolak kitab2 hadis.
Perhatikan bhw semua tafsiran ini adalah dr ulama' tafsir yg muktabar. Jd dlm membuat penilaian, sy meminta saudara/i menilai keperibadian & tafsiran yg diberikan oleh para ulama' tafsir tersbt, bkn mempercayai sy sbg individu yg mempyi byk kekurangan pula. Sy terpaksa menyatakan perkara ini krn ulama' GAH Pub In tlh mencuba memanipulasi isu ini dlm post yg awal.
Sila jg baca tafsir
Luqman, 6 dr ulama' muktabar utk menolak hujah ulama' GAH syiekh Pub In Al-CGian...
Terjemahan Al-Jathiya, 6
تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ
JAKIM - "
Itulah ayat-ayat penerangan Allah yang Kami bacakan kepadamu kerana menegakkan kebenaran; maka dengan perkataan yang manakah lagi mereka hendak beriman, sesudah penerangan Allah dan tanda-tanda kekuasaan-Nya? "
Department Agama Indonesia - "
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya."
Malay - "
Itulah ayat-ayat penerangan Allah yang kami bacakan kepadamu (wahai Muhammad) kerana menegakkan kebenaran; maka dengan perkataan yang manakah lagi mereka hendak beriman, sesudah penerangan Allah dan tanda-tanda kekuasaanNya (mereka tidak mahu memahami dan menelitinya)?"
Indonesian - "
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya."
Yusuf Ali - "
Such are the Signs of Allah, which We rehearse to thee in Truth; then in what exposition will they believe after (rejecting) Allah and His Signs?"
Shakir - "
These are the communications of Allah which We recite to you with truth; then in what announcement would they believe after Allah and His communications?"
Pickthal - "
These are the portents of Allah which We recite unto thee (Muhammad) with truth. Then in what fact, after Allah and His portents, will they believe?"
Mohsin Khan - "
These are the Ayat (proofs, evidence, verses, lessons, revelations, etc.) of Allah, which We recite to you (O Muhammad صلى الله عليه و سلم) with truth. Then in which speech after Allah and His Ayat will they believe?"
Sahih International - "
These are the verses of Allah which We recite to you in truth. Then in what statement after Allah and His verses will they believe?"
Dr. Ghali - "
Those are the signs of Allah that We recite to you with the Truth. In which discourse then, after Allah and His signs, (will) they believe? "
Talal Itani - "
These are God’s Verses which We recite to you in truth. In which message, after God and His revelations, will they believe?"
Sayyid Abul Ala Maududi, Tafhim al-Qur'an
"
Then, what is there after Allah and His Revelations in which they will believe." [8]
[8] That is, "When these people have not believed even after Allah's own arguments have been presented for His Existence and His Unity, what else can be there by which they will gain the faith ? For Allah's Word is the final thing by which a person can attain to this blessing, and the maximum of the rational arguments that could possibly be given to convince someone of an unseen reality have been presented in this Divine Word. In spite of this if a person is bent upon denial, he may persist in his denial, for his denial cannot change the reality."
Department Agama Indonesia
تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ
Allah SWT menyatakan kepada Rasulullah saw, bahwa ayat Alquran yang dibacakan kepadanya itu adalah ayat-ayat yang mengandung bukti, dan dalil-dalil yang kuat baik dari segi asal Alquran itu (dari Allah) maupun dari segi isi dan gaya bahasanya. Pernyataan Allah itu telah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw kepada kaum musyrik Mekah, tetapi semuanya itu tidak dapat mereka terima, bahkan mereka bertambah ingkar kepada Rasulullah saw.
Pada waktu Alquran dibacakan kepada orang kafir Mekah, hati mereka mengakui ketinggian isi dan gaya bahasanya. Pengakuan ini langsung diucapkan Abul Walid, sastrawan kenamaan orang Arab waktu itu. Kepada mereka diperintahkan agar memperhatikan kejadian alam semesta ini, kejadian diri mereka sendiri, air hujan yang turun dari langit yang menyirami bumi, sehingga bumi yang tandus menjadi subur, angin yang bertiup, dan sebagainya, semuanya itu dapat dijadikan bukti bahwa Allah adalah Maha Esa, Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Kepada mereka pun telah diutus seorang Rasul yang akan menyampaikan agama Allah kepada seluruh manusia. Rasul itu adalah orang yang paling mereka percayai di antara mereka, orang yang mereka segani dan orang yang selalu mereka mintai nasihat dalam menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara mereka. Rasul yang diutus itu dapat pula membuktikan bahwa ia benar-benar Rasul yang diutus Allah kepada manusia, misalnya dengan mengemukakan beberapa mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Sudah banyak bukti yang dikemukakan kepada mereka, tetapi mereka tidak juga beriman. Sebenarnya, bagi orang yang mau menggunakan pikirannya, cukuplah beberapa bukti saja untuk menjadikan dia seorang yang beriman.
Itulah sebabnya maka Rasulullah saw diperintahkan oleh Allah SWT menanyakan kepada kaum musyrik Mekah tentang keterangan apalagi yang mereka minta yang dapat mengubah hati mereka sehingga menjadi beriman. Telah lengkap keterangan yang diberikan kepada mereka, tidak ada lagi dalil-dalil dan bukti-bukti yang lebih kuat dari pada yang telah dikemukakan itu. Jika mereka tidak mau juga memahaminya dan tidak mau menerima bukti dan dalil-dalil itu, terserahlah kepada mereka sendiri. Mereka akan mengalami balasan yang setimpal akibat sikap kepala batu mereka itu.
Mufti Shafi Usmani RA, Maariful Quran
Scholars interested might find the finer points of the difference discussed by Imam RZzi in his Tafsir Kabir rather interesting. It is worth noting that in all these verses reference is made to the various signs in nature and a concluding statement is made on each occasion: Here it concludes: 'there are signs for those who have faith' [45:3], in another place it concludes: 'there are signs for those who believe' [45:4] and in a third place it concludes: 'there are signs for those who understand' [45:5]. In all these cases, there are stylistic variations, but in addition the current verse points to the fact that only those people will be able to benefit who have faith. In the second case, it will be beneficial to those people who might not immediately embrace the Faith, but they do develop certainty in their hearts, in that these signs do point to the Oneness of Allah. Possibly this certainty one day or the other will turn into 'Faith'. In the third case, it could benefit those who may not be immediate believers or firm in belief, but they do have sound heart to understand. If they search into the signs with deep insight, they will inevitably end up with faith and firm belief. However, people devoid of sound intellect or unwilling to use it will remain unconvinced, even if thousands of evidence or arguments are put forward to them.
Tafsir Jalalyn
These, mentioned signs, are the signs of God, the proofs of His that indicate His Oneness, which We recite, relate, to you with truth (bi’l-haqqi is semantically connected to natlū, ‘We recite’). So in what [kind of] discourse then, after God, that is to say, [after] His discourse, namely, the Qur’ān, and His signs, His definitive arguments, will they, that is, the disbelievers of Mecca, believe? In other words: they will not believe [in anything] (a variant reading [for yu’minūna, ‘they believe’] has tu’minūna, ‘you believe’).
Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs
(These are the portents of Allah which We recite unto thee (Muhammad)) Gabriel brought them down to you (with truth) in order to show you right and wrong. (Then in what fact) in what speech, (after Allah) after Allah's speech (and His portents) and His Scripture; and it is also said this means: and of His marvels, (will they believe) if they do not believe in this Qur'an?
Kesimpulan
Jelas dr terjemahan & dr tafsir para ulama' muktabar yg diberikan di atas x ada satu pon yg mengaitkan kalimah
حَدِيثٍ di dlm ayat ini dgn kitab2 hadis yg mengumpulkan ucapan, perbuatan & takrir Nabi Muhammad SAW. Mlh jika dilihat tafsir dr Department Agama Indonesia, jls menunjukkan bhw
حَدِيثٍ [perkataan] yg digunakan dlm ayat ini sebenarnya merupakan sebhgian drpd pertanyaan Nabi Muhammad SAW kpd kaum musyrik Mekah, "
Itulah sebabnya maka Rasulullah saw diperintahkan oleh Allah SWT menanyakan kepada kaum musyrik Mekah tentang keterangan apalagi yang mereka minta yang dapat mengubah hati mereka sehingga menjadi beriman.".
Ketiadaan kaitan dr tafsir para ulama antara kalimah
حَدِيثٍ dlm ayat ini dgn kitab2 hadis yg mengumpulkan ucapan, perbuatan dan takrir Nabi Muhammad SAW, menimbulkan 2 persoalan, i.e.;
- adakah para ulama' tafsir ini sepkt menyembunyikan hakikat kaitan tersebt?, dan;
- adakah x perlu kita mengambil pengajaran jika benar ayat ini ditujukan kpd kaum musyrik Mekah?
Bg sy jwpan utk persoalan pertama adalah bergantung kpd penilaian saudara/i terhdp latarbelakang para ulama' tersbt, sama ada dr segi ilmu, amal & akhlak mrk. Jika benar para ulama' ini adalah di klgan org yg bkn shj tinggi ilmu, malah sentiasa beramal soleh & tawaddhuk kpd
qjjl SWT, maka kemungkinan utk mrk bersepakat adalah kecil. Mlh Al-Quran tlh menjamin bhw
qjjl SWT sendiri tlh memilih sebhgian drpd manusia utk menjd penjaga kpd Al-Quran, Al-Fatir, 32 [lihat
post #9998]. Begitulah pula sebaliknya, jika diketahui umum bhw ulama tafsir ini x ada ilmu, x beramal soleh & sentiasa meninggi diri sesama manusia atau kpd
qjjl SWT.
Jwpan bg persoalan kedua dr sudut pandangan sy ialah sdh tentu kita perlu mengambil pengajaran dr ayat ini wlupon ia ditujukan khusus kpd kaum musyrik Mekah. Wlubgimana pon mengambil pengajaran x bermakna kita perlu meletakkan diri kita atau sesiapa shj setrf dgn kaum musyrik Mekah. Krn x ada sesiapa pon di dlm CG ini yg jls menentang ayat2
qjjl SWT.