BTC USD 84,018.3 Gold USD 4,285.46
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Forex Dalam Perspektif Hukum Islam: Halal Atau Haram?

Korang 'guna' Forex sebab Keperluan atau 'trade' Forex sebab Keutungan?


  • Total voters
    0
Status
Not open for further replies.

gooddjinn

Active Member
Messages
2,429
Joined
Mar 14, 2006
Messages
2,429
Reaction score
124
Points
43
Hasil rujukan drp:

http://basis-forex.blogspot.com/2005_11_01_basis-forex_archive.html

Bahasa: Indonesia

Sebagian umat Islam meragukan kehalalan praktik perdagangan berjangka. Bagaimana menurut padangan para pakar Islam?
Jangan engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu," sabda Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah.

Oleh sementara fuqaha (ahli fiqih Islam), hadits tersebut ditafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad, haram. Penafsiran secara demikian itu, tak pelak lagi, membuat fiqih Islam sulit untuk memenuhi tuntutan jaman yang terus berkembang dengan perubahan-perubahannya.

Karena itu, sejumlah ulama klasik yang terkenal dengan pemikiran cemerlangnya, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Misalnya, Ibn al-Qayyim. Ulama bermazhab Hambali ini berpendapat, bahwa tidak benar jual-beli barang yang tidak ada dilarang. Baik dalam Al Qur’an,sunnah maupun fatwa para sahabat, larangan itu tidak ada.

Dalam Sunnah Nabi, hanya terdapat larangan menjual barang yang belum ada, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad. “Causa legis atau ilat larangan tersebut bukan ada atau tidak adanya barang, melainkan garar,â€ÂÂ￾ ujar Dr. Syamsul Anwar, MA dari IAIN SUKA Yogyakarta menjelaskan pendapat Ibn al-Qayyim. Garar adalah ketidakpastian tentang apakah barang yang diperjual-belikan itu dapat diserahkan atau tidak. Misalnya, seseorang menjual unta yang hilang. Atau menjual barang milik orang lain, padahal tidak diberi kewenangan oleh yang bersangkutan.

Jadi, meskipun pada waktu akad barangnya tidak ada, namun ada kepastian diadakan pada waktu diperlukan sehingga bisa diserahkan kepada pembeli, maka jual beli tersebut sah. Sebaliknya, kendati barangnya sudah ada tapi - karena satu dan lain hal â€â€Â￾ tidak mungkin diserahkan kepada pembeli, maka jual beli itu tidak sah.

Perdagangan berjangka, jelas, bukan garar. Sebab, dalam kontrak berjangkanya, jenis komoditi yang dijual-belikan sudah ditentukan. Begitu juga dengan jumlah, mutu, tempat dan waktu penyerahannya. Semuanya berjalan di atas rel aturan resmi yang ketat, sebagai antisipasi terjadinya praktek penyimpangan berupa penipuan â€â€Â￾ satu hal yang sebetulnya bisa juga terjadi pada praktik jua-beli konvensional.

Dalam perspektif hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) (forex adalah bagian dari PBK) dapat dimasukkan ke dalam kategori almasa’il almu’ashirah atau masalah-masalah hukum Islam kontemporer. Karena itu, status hukumnya dapat dikategorikan kepada masalah ijtihadiyyah. Klasifikasi ijtihadiyyah masuk ke dalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti.

Dalam kategori masalah hukum al-Sahrastani, ia termasuk ke dalam paradigma al-nushush qad intahat wa al-waqa’I la tatanahi. Artinya, nash hukum dalam bentuk Al-Quran dan Sunnah sudah selesai; tidak lagi ada tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul mesti diberikan kepastian hukumnya melalui ijtihad.

Dalam kasus hukum PBK, ijtihad dapat merujuk kepada teori perubahan hukum yang diperkenalkan oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variabel perubahnya, yakni: waktu, tempat, niat, tujuan dan manfaat. Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya Ibn Taimiyyah, yang menyatakan bahwa a-haqiqah fi al-a’yan la fi al-adzhan. Artinya, kebenaran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik; bukan dalam alam pemikiran atau alam idea.
Paradigma ini diturunkan dari prinsip hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al Quran digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan al-adl.

Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukkan ke dalam bidang kajian fiqh al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dengan kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui perdagangan berjangka komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas.

Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan manfaatnya dewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 32/1977 tentang PBK.
Karena teori perubahan hukum seperti dijelaskan di atas, dapat menunjukkan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktek perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat dianalogikan dengan bay’ al-salam’ajl bi’ajil.

Bay’ al-salam dapat diartikan sebagai berikut. Al-salam atau al-salaf adalah bay’ ajl bi’ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra’s al-mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah mendefinisikannya dengan: “Akad atas komoditas jual beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akadâ€ÂÂ￾.

Keabsahan transaksi jual beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut:
a) Rukun sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi Unsur-unsur utama di dalam bay’ al-salam adalah:

1. Pihak-pihak pelaku transaksi (‘aqid) yang disebut dengan istilah muslim atau muslim ilaih.
2. Objek transaksi (ma’qud alaih), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan harga tukar (ra’s al-mal al-salam dan al-muslim fih).
3. Kalimat transaksi (Sighat ‘aqad), yaitu ijab dan kabul. Yang perlu diperhatikan dari unsur-unsur tersebut, adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam bahasa dan kalimat yang jelas menunjukkan transaksi berjangka. Karena itu, ulama Syafi’iyah menekankan penggunaan istilah al-salam atau al-salaf di dalam kalimat-kalimat transaksi itu, dengan alasan bahwa ‘aqd al-salam adalah bay’ al-ma’dum dengan sifat dan cara berbeda dari akad jual dan beli (buy).

b) Syarat-syarat

* Persyaratan menyangkut objek transaksi, adalah: bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: jenisnya (an yakun fi jinsin ma’lumin), sifatnya, ukuran (kadar), jangka penyerahan, harga tukar, tempat penyerahan.
* Persyaratan yang harus dipenuhi oleh harga tukar (al-tsaman), adalah, Pertama, kejelasan jenis alat tukar, yaitu dirham, dinar, rupiah atau dolar dsb atau barang-barang yang dapat ditimbang, disukat, dsb. Kedua, kejelasan jenis alat tukar apakah rupiah, dolar Amerika, dolar Singapura, dst. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk kilogram, pond, dst.
* Kejelasan tentang kualitas objek transaksi, apakah kualitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan jahalah fi al-’aqd atau alasan ketidaktahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi, yang akan merusak nilai transaksi.
* Kejelasan jumlah harga tukar. Penjelasan singkat di atas nampaknya telah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Kalaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: ma la yudrak kulluh la yutrak kulluh. Apa yang tidak dapat dilaksanakan semuanya, maka tidak perlu ditinggalkan keseluruhannya.

Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh dinyatakan dapat diterima atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay’ al-salam.
(Tulisan di atas dihimpun dari berbagai sumber)

p/s: sengaja bukak topik ni utk share ngan u all...

Tambahan:

http://mufti.perak.gov.my/isu1/penjelasanperniagaanmatawang.pdf

PENJELASAN DARIPADA JABATAN MUFTI PERAK MENGENAI
PERNIAGAAN MATAWANG (FOREIGN EXCHANGE)
Jabatan Mufti Negeri Perak TIDAK PERNAH mengeluarkan apa-apa sijil
mengatakan Forex dibolehkan oleh syariah kepada mana-mana syarikat
. Jawatankuasa Syariah Negeri Perak pernah mengeluarkan keputusan
bahawa forex yang dibenarkan dalam syariah ialah perniagaan
pertukaran matawang yang berlaku (taqabudh) serah menyerah semasa
transaksi berlaku seperti pertukaran wang asing semasa keluar negeri
kerana ia merupakan keperluan untuk berurusniaga di negara
berkenaan.Jika tidak berlaku serah menyerah pada waktu yang sama
seperti serahan bertangguh maka transaksi itu adalah tidak dibenarkan
dalam syarak berdasar kepada hadith Rasululullah SAW yang
bermaksud
Emas dengan Emas ( ditukar atau diniagakan) , perak dengan perak,
gandum dengan gandum, tamar dengan tamar, garam dengan garam
mestilah sama timbangan dan sukatannya, dan ditukar secara terus (
pada satu masa) dan sekiranya berlainan jenis, maka berjual-belilah
kamu sebagaimana yang disukai" ( HR Muslim)
Jika ada syarikat atau individu yang mendakwa Jabatan ini
mengeluarkan apa-apa sijil kebenaran perniagaan matawang , maka
dakwaan berkenaan adalah tidak benar .
Semoga dengan penjelasan ini umat Islam berhati-hati dengan pihak –
pihak yang berkepentingan dengan memutarbelitkan kenyataan demi
mencari keuntungan perniagaan khususnya bentuk perniagaan
pelaburan matawang di internet.
Bahagian Fatwa
Jabatan Mufti Negeri Perak
 
Last edited by a moderator:
Maybe topic ni dah dibincangkan kat forum lain. Anyway,GOOD TOPIC utk dibincangkan secara lebih detail utk kefahaman membe2 lain drp discuss benda2 yg hampeh... :D
 
mm

nak tukaran duit x leh eh?
bukan melabur dalam saham carlsberg, tiger tu pun...
tukar duit pun haram eh?
 
Re: mm

JiraiyaSama said:
nak tukaran duit x leh eh?
bukan melabur dalam saham carlsberg, tiger tu pun...
tukar duit pun haram eh?

Macam ko, mungkin bab hukum hakam ni semua ada dalam kepala..

Tapi cam aku ni, kengkadang tu musykil gak mende2 camni..

Kepada orang lain, yang masih musykil cam aku gak sebelum ni harap dapatla dibincangkan bersama.... Kita kongsi pendapat...

Lain orang, lain caranya.. lain pemikirannya...
 
Kesimpulan

Ok Pada aku kesimpulannya Main Forex ni halal....

sape setuju angkat tangan.... :D
 
Re: Kesimpulan

Assalamualaikum,



Baru-baru ini saya ada menghadiri kursus Forex di sebuah syarikat swasta, Stable Alliance Sdn. Bhd. Yang menguruskan urusniaga Forex (Foreign Exchange Currency) beroperasi di Megan Avenue, Off Jalan ampang, KL. Saya berminat untuk menambah pendapatan saya melalui forex selain mencari sumber lain untuk melangsaikan hutang saya setelah permohonan baitulmal saya tidak mendapat galakan. Pegawai syarikat itu ada menunjukkan sijil syariah atau pengesahan boleh urusniaga mengikut syariah dari mufti Perak iaitu dari pihak Dato’. Disini saya inginkan kepastian adakah benar pihak Dato, ada mengeluar sijil mengatakan Forex itu dibolehkan oleh syariah kepada syarikat berkenaan? Sekalipun tidak saya ingin penjelasan Dato, berhubung Forex, adakah boleh saya masuk kedalam urusniaga Forex, memandangkan hutang saya yang amat besar tidak dapat saya langsaikan kalau hanya bergantung kepada gaji bulanan saya yang Cuma RM 1,000. Untuk perhatian tuan, hutang tersebut adalah hutangyang terpaksa saya bayar kerana kegagalan saya dalam akedemik kepada pihak penaja, dan juga hutang saya kepada kawan-kawan ketika biasiswa saya dihentikan dan saya memerlukan kewangan untuk sedikit sara diri dan mencari tiket pulang ke Negara ketika itu.

Segala perhatian Dato’ amat saya hargai.



-insan malang,

Fakhrunnazim Muhajir



Jawapan :



Waalaikumsallam.

Kepada : Fakhrunnazim Muhajir



Mengenai urusniaga Forex.



Mesyuarat Ahli Jawatankuasa Syariah Negeri Perak membuat pengesahan, boleh berurusniaga dengan Forex.



dh mufti perak....mufti negeri teman kata mcm......
siap bagi sijil k.....skrg melaburlah tanpa was-was....
 
Aku pernah baca sebelum ini, forex ni halal. Dan kalau tak halal, aku taklah masuk HYIP yang forex-based. Betul tak?

Cuma baru ini, bila aku baca semula posting dari forum yang sudah aku lupa, forex tu boleh jadi tidak boleh (aku tak pasti sekiranya istilah haram yang digunakan) bila kita cuma main tetapi tiada ilmu. Kita tidak tahu graf itu akan bergerak ke mana. Sebab kita cuma berjudi dengan harapan akan dapat untung.

Macam admin HYIP kita (FXG/FG/p$), kebiasaan buat Fibo retracement, tengok MA/candlestick entahle apekebena tu, baru open trade. Yang itu betul. Kalau setakat buka je platform lepas tu tak tengok apa terus main membuta-tuli, mungkin itu yang dimaksudkan dengan tidak boleh kerana terus memperjudikan nasib.

Wallahu'alam.
 
main la forex dgn ilmu... bukan dengan ikut hati utk buka position baru la halal namenye...dan jangan lupa zakat...sbb LHDN dah lari awal2 kekeke
 
Hukum Forex dlm Islam

Dulu aku ragu2 gak pasal Forex nih, ape hukumnye? Aku tanye membe aku (yg terer gak bab2 agama nih), katenye haram. Aku tanye sorang lagik membe aku, katenye ade yg bole dan ade yg tak bole. Menambahkan keconfiusan aku jek. So, tanpe ragu2, terus surf internet.

Alhamdulillah aku ade jawapannye. Sila lihat di bwh:


http://mufti.perak.gov.my/kemusykilan/Musykil_utama.htm

Soalan : (15 Feb 05)
 
Assalamualaikum,
 
Baru-baru ini saya ada menghadiri kursus Forex di sebuah syarikat swasta, Stable Alliance Sdn. Bhd. Yang menguruskan urusniaga Forex (Foreign Exchange Currency) beroperasi di Megan Avenue, Off Jalan ampang, KL. Saya berminat untuk menambah pendapatan saya melalui forex selain mencari sumber lain untuk melangsaikan hutang saya setelah permohonan baitulmal saya  tidak mendapat galakan. Pegawai syarikat itu ada menunjukkan sijil syariah atau pengesahan boleh urusniaga mengikut syariah dari mufti Perak iaitu dari pihak Dato’. Disini saya inginkan kepastian adakah benar pihak Dato, ada mengeluar sijil mengatakan Forex itu dibolehkan oleh syariah kepada syarikat berkenaan? Sekalipun tidak saya ingin penjelasan Dato, berhubung Forex, adakah boleh saya masuk kedalam urusniaga Forex, memandangkan hutang saya yang amat besar tidak dapat saya langsaikan kalau hanya bergantung kepada gaji bulanan saya yang Cuma RM 1,000. Untuk perhatian tuan, hutang tersebut adalah hutangyang terpaksa saya bayar kerana kegagalan saya dalam akedemik kepada pihak penaja, dan juga hutang saya kepada kawan-kawan ketika biasiswa saya dihentikan dan saya memerlukan kewangan untuk sedikit sara diri dan mencari tiket pulang ke Negara ketika itu.

Segala perhatian Dato’ amat saya hargai.
 
  -insan malang,
  Fakhrunnazim Muhajir
 
Jawapan :
 
Waalaikumsallam.
Kepada : Fakhrunnazim Muhajir
 
Mengenai urusniaga Forex.
 
Mesyuarat Ahli Jawatankuasa Syariah Negeri Perak membuat pengesahan, boleh berurusniaga dengan Forex.
 
Wallahhua'lam


http://www.pakdi.com/blog/archives/2005/10/

October 13, 2005
Hukum Forex Trading
Dalam forum Bicara Jutawan, kaze bertanyakan hukum urusniaga forex. Boleh layari perbincangan itu di sini.

Setahu pakdi Forex Trading tidak dibenarkan.

Kaze jawab, Ahli Jawatankuasa Syariah Negeri Perak kata urusniaga forex itu dibenarkan. Baca persoalan yang dikemukakan itu di sini, bertarikh 15 Februari 2005.

Pakdi merujuk kepada website lain, Muslim-Investor.com, rupanya ada khilaf dalam hal persoalan ini.

Disertakan artikel Islamic Forex Trading oleh Dr Mohammed Obaidullah.http://vlib.unitarklj1.edu.my/htm/islamforex.htm

Pakdi belum baca artikel tersebut. Cumanya ia mengingatkan kembali perbahasan hukum mengenai ASB yang pernah diterbitkan oleh majalah Tamadun, di mana Profesor Dr Mahmud Zuhdi juga membenarkan pelaburan di ASB.

Saranan pakdi, ikutlah pendapat ulama mana yang kalian yakin dengan hujah mereka. Melainkan kalian seorang ulama, maka bolehlah beri pendapat sendiri.
_________________________________________________________

So, aku pegang pada bole le.

JADI


JOIN PS NOW - EARN $ FROM FOREX

JOIN FM NOW - EARN $ FROM FOREX
 
Status
Not open for further replies.

Latest Posts

Live Forex Chart

Currency
Rates
EUR / USD
1.13910
USD / JPY
157.285
GBP / USD
1.32505
USD / CHF
0.82827
USD / CAD
1.41455
EUR / JPY
179.163
AUD / USD
0.70328
Back
Top
Log in Register