Sensasi dalam dunia Forex! Cepat dapatkan tawaran terbaru daripada InstaForex - bonus 45% untuk setiap deposit! Bonus 45% untuk keuntungan yang maksimum!


     
All banners are advertisements only. CG does not endorse or vouch for any advertisers. Read Disclaimer HERE


Go Back   CariGold Forum > GENERAL DISCUSSION > General Chat > Religious Talk

CG Sponsors



Recommended Brokers

CG Updates
0 Forum rules improvised
Last Post: CariGold
Posted On: 05-02-2014
Replies: 0
Views: 17,514
0 Social Group is now based on request
Last Post: CariGold
Posted On: 11-12-2012
Replies: 0
Views: 47,773
0 Unscheduled maintenance
Last Post: CariGold
Posted On: 26-11-2012
Replies: 0
Views: 35,546
More...
Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 06-05-2008, 12:50 PM
syaqiq2312 syaqiq2312 is offline
Super Active Member

syaqiq2312's Avatar
 
Trader Rating: (2)
Join Date: Jan 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 2,699
Poster Rank: #1418
Blog Entries: 2
Thanked 57 Times
Active Level
My Mood:
Arrow Sejarah Ahli Sunnah (Perlu dibaca dan dihalusi)

ERTI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

Erti Ahlussunnah ialah penganut Sunnah Nabi. Erti wal Jamaah ialah penganut I’tiqad sebagai i’tiqad Jamaah Sahabat-sahabat Nabi. Kaum Ahlussunnah wal Jamaah ialah kaum yang menganut i’tiqad sebagai yang dianut oleh Nabi Muhammad SAW dan Sahabat-sahabat baginda.

I’tiqad Nabi dan Sahabat-sahabat itu telah termaktub dalam Al Quran dan dalam Sunnah Rasul secara tidak tersusun, belum teratur, tetapi kemudiannya dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapi oleh seorang ulama Usuluddin yang besar, yaitu Syeikh Abu Hassan Ali Al Asy’ari (Lahir di Basrah tahun 260 H- wafat di Basrah juga tahun 324H dalam usia 64 tahun). Kerana itu ada orang yang memberi nama kepada kaum Ahlussunnah wal Jamaah dengan kaum ‘Asya’riyah jamak dari Asy’ari, dikaitkan kepada Imam Abu Hassan Ali Al Asy’ari tersebut.Dalam kitab-kitab Usuluddin biasa juga dijumpai perkataan “Sunni” kependekan Ahlussunnah wal Jamaah, orang-orangnya dinamakan “Sunniyun”.

Tersebut dalam kitab “Ihtihaf Sadatul Muttaqin” karangan Imam Muhammad bin Muhammad Al Husni Az Zabidi yaitu kitab syarah dari kitab ” Ihya Ulummuddin” Karangan Imam Al Ghazali, pada jilid 2, awal surat 6, tertulis:

“Apabila disebut kaum Ahlussunnah wal Jamaah maka maksudnya ialah orang-orang yang mengikut rumusan (fahaman) Asy’ari dan fahaman Abu Mansur Al Maturidi.” Siapa Abu Mansur Al Maturidi ini? Abu Mansur Al Maturidi adalah seorang ulama Usuluddin juga, yang berfahaman dan i’tiqadnya sama atau hampir sama dengan Abu Hassan Al Asy’ari. Beliau wafat di sebuah desa bernama Maturidi, Samarqand, di Asia Tengah pada tahun 333H terkemudian 9 tahun dari Imam Abu Hassan Al Asy’ari.

Sudah menjadi adat kebiasaan dalam dunia Islam, bahawa hukum-hukum agama yang digali dari Al Quran dan Hadis oleh seorang Imam, maka hukum itu dinamai mazhab. Hasil ijtihad Imam Hanafi dinamakan Mazhab Hanafi, hasil ijtihad Imam Maliki dinamakan mazhab Maliki, hasil ijtihad Imam Syafie dinamakan mazhab Syafie dan hasil ijtihad Imam Ahamad bin Hambal dinamakan Mazhab Hambali, walaupun pada hakikatnya semuanya adalah agama Allah yang termaktub secara tersurat atau terisrat di dalam Al Quran dan Hadis. Begitu juga di dalam soal-soal i’tiqad. Hasil penelusuran Al Quran dan Hadis oleh Imam Abu Hassan Al Asy’ari, walaupun pada hakikatnya Imam Abu Hassan Al Asy’ari hanya menelusuri, merumuskan, menfatwakan, menyiarkan, mempertahankan apa yang sudah ada dalam Al Quran dan Hadis juga, apa yang sudah dii’tiqadkan oleh Nabi Muhammad SAW dan Sahabat-sahabat baginda.
__________________
Reply With Quote
The Following 16 Users Say Thank You to syaqiq2312 For This Useful Post:
ahib0205 (27-12-2008), aKuLaH (12-01-2009), akuslamberjer (03-01-2010), AMICO66 (04-01-2009), AuraSuccess_88 (03-10-2011), DDos (13-01-2009), egold2u (19-10-2010), harraz asyraaf (13-01-2009), jkbkk75 (30-12-2008), kelembai (12-01-2009), osopp (30-12-2008), Pelesit Api Malaya (30-01-2009), profesor (07-01-2009), ratusanRM (09-02-2009), shauki2u (01-01-2009), zalnet (13-01-2009)
Paid Advertisement
  #2  
Old 06-05-2008, 12:52 PM
syaqiq2312 syaqiq2312 is offline
Super Active Member

syaqiq2312's Avatar
 
Trader Rating: (2)
Join Date: Jan 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 2,699
Poster Rank: #1418
Blog Entries: 2
Thanked 57 Times
Active Level
My Mood:
Default Firqah-firqah Dalam Islam

FIRQAH-FIRQAH DALAM ISLAM

Dalam sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (golongan) di lingkungan umat Islam, yang antara satu sama lain bertentangan fahamannya secara tajam yang sulit untuk diperdamaikan, apalagi untuk dipersatukan. Hal ini sudah menjadi fakta dalam sejarah yang tidak boleh diubah lagi, dan sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab-kitab agama, terutama dalam kitab-kitab Usuluddin. Barangsiapa yang membaca kitab-kitab Usuluddin akan berjumpa dengan perkataan -perkataan seperti Syiah, Khawarij, Muktazilah, Qadariah, Jabariah, Ahlussunnah wal Jamaah, Mujasimah, Bahaiah, Ahmadiah, Wahabiah dan lain-lain sebagainya.

Umat Islam khususnya yang berpengetahuan agama tidak heran melihat dan membaca hal ini, karena nabi Muhammad SAW sudah juga mengkhabarkan pada masa hidup baginda.
Banyak terdapat hadis-hadis yang berkaitan dengan akan adanya firqah-firqah yang berselisihan faham dalam lingkungan umat Islam.
Pertama:
Bersabda nabi Muhammad SAW yang bermaksud: “Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) di antaramu nescaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Ar Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu.” (Hadis riwayat Imam Abu Daud dan lain-lain. Lihat Sunan Abu Daud juz 4, awal surat 201)
Tujuan hadis ini jelas, bahwa akan ada perselisian faham dalam lingkungan umat Islam dan bahwa Nabi Muhammad SAW menyuruh umat Islam ketika itu supaya berpegang teguh dengan Sunnah nabi dan Sunnah Kalifah Ar Rasyidin ( Sayidina Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali Rda)

Kedua:Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud:“Akan ada di lingkungan umatku 30 orang pembohong yang mendakwakan bahwa ia Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku.” (Hadis riwayat Tirmizi, lihat Sahih Tirmizi juz 9, awal surat 63)

Ketiga:
Bersabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: “Akan keluar suatu kaum di akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyah” (Maksudnya dalil atau firman-firman Allah yang di bawa oleh nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya.Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu, lawanlah mereka.” (Hadis Sahih Riwayat Imam Bukhari, lihat kitab Fathul Bari juzu 15, awal
surat 315) Sangat jelas bahwa dalam hadis ini akan ada -menurut Nabi- sekumpulan orang-orang muda yang gemar mengeluarkan fatwa-fatwa agama berdasar dalil Quran dan Hadis, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan keimanan keluar dari dirinya secepat keluarnya anak panah dari busurnya.


Maksud nya ialah bahwa mereka banyak bercakap/berbincang dengan menggunakan dalil Al Quran dan Hadis tetapi mereka sendiri tidak beragama, tidak sembahyang, tidak puasa dan tidak menjalankan tuntutan agama.

Keempat:Bersabda nabi Muhammad SAW yang bermaksud:“
Ada 2 firqah dari umatku yang pada hakikatnya mereka tidak ada kaitan dengan Islam yaitu kaum Murjiah dan kaum Qadariah.” (Hadis riwayat Imam Tirmizi. Lihat Sahih Tirmizi juz 8, awal
surat 316) Kaum Murjiah dan Qadariah tak ada hubungan dengan Islam, kata Nabi Muhammad SAW. Na’udzubillah!

Kelima: Dan Sabda Nabi SAW yang bermaksud: ” Dari Huzaifah r.a, beliau berkata: Bersabda Rasul SAW: Bagi setiap umat ada Majusinya dan Majusi umatku ialah orang yang mengingkari takdir. kalau mereka mati, jangan dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit, jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok Dajjal. Memang Allah SWT berhak memasukkan mereka ke dalam kelompok Dajjal.” (Hadis riwayat Abu Daud, Sunan Abu Daud Juz 4, halaman 222)

Keenam:Tersebut dalam kitab Hadis: Dari Abu Hurairah r.a beliau berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Telah berfirqah-firqah orang Yahudi kepada 71 firqah dan orang Nasrani seperti itu pula dan akan berfirqah umatku atas 73 firqah.” (Hadis riwayat Tirmizi . Lihat Sahih Tirmizi Juz 10, awal
surat 109)

Ketujuh
:Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Bahawasanya bani
Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmizi, lihat Sahih Tirmizi, juz 10, awal surat 109)

Kelapan:Tersebut dalam Kitab Thabrani, bahawa Nabi SAW bersabda yang bermaksud:“Demi Allah SWT yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka.” Bertanya para Sahabat: “Siapakah yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?” nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah.” (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani)

Hadis yang sama artinya tersebut juga dalam kitab “Al Milal wan Nihal” Juz 1 halaman 11, karangan Syahrastani (wafat 548H).
Kesembilan:Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: “Akan ada segolongan umatku yang tetap atas Kebenaran sampai Hari Kiamat dan mereka tetap atas Kebenaran itu.”
(Hadis Sahih riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari juz 17, awal surat 56)

Melihat hadis-hadis yang sahih ini dapat diambil kesimpulan:

1. Rasul SAW mengkhabarkan sesuatu yang akan terjadi dalam lingkungan umat Islam secara mukjizat yaitu mengkhabarkan hal-hal yang akan terjadi. Khabar itu tentu baginda terima daripada Allah SWT.
2. Sesudah nabi SAW wafat akan ada perselisishan faham yang banyak samapai 73 faham/i’tiqad.
3. Ada segolongan orang-orang muda pada akhir zaman yang selalu mengeluarkan dalil-dalil dari Al Quran, tetapi keimanan mereka tidak lepas dari kerongkongan mereka.
4. Ada 2 golongan yang tidak ada kaitan dengan Islam yaitu kaum Murjiah dan Qadariah.
5. Ada 30 orang pembohong yang akan mendakwa bahawa mereka adalah Nabi, padahal Nabi sesudah Rasul SAW tidak ada lagi. Dan ada orang-orang Khawarij yang jahat.
6. Di antara 73 golongan itu ada yang satu yang benar iaitu golongan kaum Ahlussunnah wal Jamaah yang selalu berpegang kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Ar Rasyidin.
7. Mereka ini akan selalu mempertahankan kebenaran i’tiqadnya sampai hari Kiamat.Dan sekarang barangsiapa yang meneliti sejarah perkembangan Islam dari abad-abad pertama, kedua, ketiga dan samapai kepada zaman kita sekarang, apa yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW sudah nyata kebenarannya.

Tersebut dalam Kitab Bughyatul Mustarsyidin karangan Mufti Syeikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar yang dimasyhurkan dengan gelaran Ba’Alawi pada awal surat 398, cetakan Mathba’ah Amin Abdul majid , Kaherah (1381H), bahwa 72 firqah yang sesat itu berpokok pada 7 firqah yaitu:

1. Kaum Syiah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Sayidina Ali kwh. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman r.a. Kaum Syiah berpecah kepada 22 aliran.
2. Kaum Khawarij yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Syidina Ali kwh, bahkan ada di antaranya yang mengkafirkan Sayidina Ali kwh. Firqah ini berfatwa bahwa orang yang membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij ini kemudiaian berpecah menjadi 20 aliran.
3. Kaum Muktazilah yaitu kaum yang berfaham bahwa Allah SWT tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Allah SWT tidak boleh dilihat dengan mata dalam Syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara 2 tempat, dan mikraj nabi Muhammad SAW hanya dengan roh saja dan lain-lain. Kaum ini berpecah menjadi 20 aliran.
4. Kaum Murjiah yaitu kaum yang menfatwakan bahawa membuat maksiat tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfaat kalau sudah kafir.
5. Kaum Najariah yaitu kaum yang menfatwakan bahawa perbuatan manusia adalah makhluk yakni dijadikan Allah SWT, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Allah SWT tidak ada. Kaum ini berpecah menjadi 3 aliran.
6. Kaum jabariah yaitu kaum yang menfatwakan bahawa manusia ini “majbur” artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.
7. Kaum Musyabbihah yaitu kaum yang menfatwakan bahawa ada keserupaan Allah SWT dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk atas Kursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya. Kaum ini hanya 1 aliran saja.

Jadi jumlahnya adalah:1. Kaum Syiah 22 aliran2.Kaum Khawarij 20 aliran3.Kaum Muktazilah 20 aliran4.Kaum Murjiah 5 aliran5.Kaum Najariah 3 aliran6.Kaum Jabariah 1 aliran7.Kaum Musyabihah 1 aliran Jumlah 72 aliran.Kalau ditambah dengan 1 aliran lagi dengan faham Ahlussunnah wal Jamaah maka cukluplah 73 firqah, sebagai yang dijelaskan oleh nabi Muhammad SAW dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi. Demikian kitab Bugyatul Mustarsyidin.

Adapun kaum Qadariah termasuk golongan Muktazilah, Kaum Bahaiah dan Ahmadiah Qadiani masuk gomongan kaum Syiah, kaum Ibnu Taimiyah termasuk dalam golongan kaum Musyabbihah dan kaum Wahabi termasuk kaum pelaksana dari kaum Ibnu Taimiyah.
__________________

Last edited by syaqiq2312; 06-05-2008 at 12:56 PM..
Reply With Quote
  #3  
Old 06-05-2008, 12:58 PM
syaqiq2312 syaqiq2312 is offline
Super Active Member

syaqiq2312's Avatar
 
Trader Rating: (2)
Join Date: Jan 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 2,699
Poster Rank: #1418
Blog Entries: 2
Thanked 57 Times
Active Level
My Mood:
Default I’tiqad Pada Masa Hidup Nabi Muhammad Saw

I’TIQAD PADA MASA HIDUP NABI MUHAMMAD SAW

Pada masa hidup Nabi Muhammad SAW, semuanya mudah dan senang karena segalla sesuatu dapat ditanyakan kepada beliau. Sahabat-sahabat Nabi berkumpul di hadapan Nabi untuk mendengar wahyu Illahi yang turun sewaktu-waktu. Ada di antara mereka yang menuliskan wahyu itu dan ada yang menghafal saja.

Allah SWT berfirman: ” Dan Allah SWT kamu adalah Allah SWT Yang Esa, tiada Allah SWT selain Dia, Yang Pengasuh dan Penyayang.” (Al Baqarah : 163) Para Sahabat Nabi karena mereka orang Arab dan Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab, maka mereka dapat menangkap isi dan arti yang hakiki dari ayat-ayat Al Quran itu sehingga mereka yakin baawa Allah SWT itu Esa, sifatNya Pengasih dan Penyayang. Mereka tidak bertanya lagi.

Kemudian turun lagi ayat suci: “Katakanlah (wahai Muhammad): Allah itu Esa, Allah tempat meminta, Ia tidak mempunyai anak dan Ia tidak dilahirkan dan tidak seorangpun yang menyerupai-Nya.” (Al Ikhlas:1-4). Para Sahabat nabi mendengar dan membaca ayat ini lantas yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah SWT itu namanya Allah. Ia Esa, bukan dua, bukan tiga. Ia bukan bapa,Ia bukan anak seseorang sebagaimana anggapan orang Kristian kepada Allah SWT mereka dan pula tidak seorang pun menyerupai-Nya.

Dan lagi firman Allah Taala: “Tiada suatu juga yang menyerupai-Nya, dan Ia Maha Mendengar , lagi Maha Melihat.” (As Syura:11) Nabi dan Sahabat-sahabat mengarti betul tujuan ayat ini, bahwa tidak ada sesuatu juga yang menyerupai Allah SWT dan Ia tidak menyerupai sesuatu. Ia bersifat mendengar dan melihat, semuanya dilihat dan didengar oleh Allah SWT.

Ia tidak boleh diserupakan denga seorang raja yang duduk di singgahsana. Ia tidak boleh diserupakan dengan Malaikat, dengan Jin, tidak boleh diserupakan dengan ketua negara, tidak boleh diserupakan dengan sesiapa juga. Dan lagi Allah SWT menurunkan ayat ini: “ekalian yang ada akan lenyap, yang kekal hanya Zat Tuhan-mu, yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Ar Rahman: 26-27)

Yakinlah Sahabat-sahabat Nabi baahwa semuanya akan lenyap dan yang kekal hanya Allah SWT yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Walaupun dalam ayat ini dikatakan “wajah”, yang dalam bahasa Arab artinya awal, tetapi Sahabat Nabi tidak mempersoalkannya karena mereka tahu bahwa yang dimaksudkan dengan “wajah” dalam ayat ini ialah Zat-Nya, sesuai dengan satera Arab di mana biasa dipakai perkataan yang menunjukkan juz tetapi yang dimaksudkan adalah kulnya yaitu keseluruhannya. Dalam ayat lain dijelaskan pula bahawa: ” Dan bahwasanya Allah tidak berkehendak kepada sekalian alam ini.” (Al Ankabut: 6)

Mengertilah Nabi dan para Sahabat baginda bahwa Allah SWT berdiri sendiri, tidak memerlukan pertolongan sesiapa pun, karena Ia paling berkuasa, paling kuat, paling gagah dan boleh membuat apa saja yang dikehendakiNya seorang diri, tidak memerlukan bantuan sesiapa pun juga. Dengan kata lain, Allah dan sifat-sifatNya telah dibentangkan dalam Al Quran pada pelbagai surah dan ayat yang berlainan tempat-tempatnya.

Umpama ada sesuatu yang tidak difahami, para Sahabat nabi bertanya kepada Nabi, yang terus dijawab dan dijelaskan oleh nabi arti yang hakiki dari ayat-ayat itu, sehingga tidak ada perselisihan faham lagi. Karena itu tidak ada lagi firqah-firqah pada masa hidup nabi SAW dan tidak ada perbezaan pendapat, tafsir dari ayat-ayat itu. Mereka bersatu.

Begitu juga tentang Malaikat, Allah SWT menerangkan dalam Al Quran secukupnya sehingga tidak ada keraguan. Umpamanya Allah Taala berfirman: “Dan mengajarlah Allah kepada Adam sekalian nama-nama , kemudian ditanyakan kepada Malaikat apa nama-nama itu, kalau kamu benar.” (Al Baqarah: 31)

Ketika itu tahulah umat Islam , Sahabat-sahabat nabi bahawasanya di dalam Syurga itu ada satu makhluk selain manusia yang bernama Malaikat. Keadaan Malaikat juga dijelaskan dalam ayat ini: “Mereka tidak mendurhakai Allah kalau disuruh dan mereka mengerjakan sekalian suruhan Allah.” (At Tahrim: 6)

Ketika itu tahulah para Sahabat Nabi bahwa Malaikat adalah makhluk yang patuh dan taat kepada Allah SWT. Dalam ayat lain dikatakan: ” Katakanlah (wahai Muhammad): Barangsiapa memusuhi JIbril, (maka ia musuh Allah SWT) karena Jibril itu menurunkan Al Quran pada hatimu dengan izin Allah, untuk membenarkan kitab-kitab Allah SWT yang terdahulu.” (Al Baqarah :97) Ketika itu tahulah para sahabat nabi bahwa Al Quran diturunkan kepada Rasul SAW oleh Allah SWT dengan perantaraan Jibril.

Demikian pula tentang Rasul-rasul Allah dari dulu sampai kepada nabi Muhammad SAW, tentang kitab0kitab suci seperti taurat, Zabur, Injil dan Al Quran serta suhuf-suhuf. Begitu juga tentang hari Akhirat, Syurga, Neraka, tentang Qada’ dan Qadar Ilahi, dijelaskakn secukupnya dalam Al Quran dan Hadis-Hadis Nabi dalam pelbagai kesempatan. Sahabat-sahabat nabi memehamkan semuanya itu sefaham-fahamnya dan yakin seyakin-yakinnya.Dan kalau umpamanya ada yang kurang jelas atau yang musykil atau sedikit perselisihan faham, lantas ditanyakan kepada Nabi di mana Nabi menjelaskan persoalan-persoalan sebaik-baiknya sehingga tidak terjadi perselisishan faham lagi.
__________________
Reply With Quote
  #4  
Old 06-05-2008, 01:00 PM
syaqiq2312 syaqiq2312 is offline
Super Active Member

syaqiq2312's Avatar
 
Trader Rating: (2)
Join Date: Jan 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 2,699
Poster Rank: #1418
Blog Entries: 2
Thanked 57 Times
Active Level
My Mood:
Default Perselisihan Faham Timbul Sesudah Nabi Saw Wafat

PERSELISIHAN FAHAM TIMBUL SESUDAH NABI SAW WAFAT

Nabi Muhammad SAW wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah bersamaan dengan 8 Jun 632M. Pada hari wafat baginda, sekumpulan Sahabat daripada kaum Ansar berkumpul di suatu tempat bernama SAQIFAH BANI SA’IDAH untuk mencari Khalifah pengganti Rasul SAW yang sudah wafat. Kaum Ansar ini dipimpin oleh Saad bin Ubadah (Ketua suku kaum Ansar daripada suku Khazraj). Mendengar hal ini, kaum Muhajirin datang bersama-sama ke tempat tresebut dengan dipimpin oleh Sayidina Abu bakar As Siddiq r.a.

Sesudah terjadi perdebatan yang amat sengit antara kaum Ansar dengan kaum Muhajirin yang setiapnya mengawalkan calon daripada pihak masing-masing, bersepakatlah mereka mengangkat Sahabat yang paling utama yaitu Sayidina Abu Bakar r.a sebagai Khalifah yang pertama. Perdebatan itu hanya terjadi antara golongan kaum Ansar yang mengarahkan Saad bin Ubadah sebagai calonnya dengan kaum Muhajirin mengarahkan Sayidina Umar bin Khattab atau Sayidina Abu Bakar sebagai calon Khalifah nabi.

Dalam pertemuan itu, tiada seorang pun yang mencadangkan Sayidina Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah pertama sebagai pengganti Nabi. Faham kaum Syiah belum ada ketika itu. Yang ada hanya kaum Ansar dan Muhajirin tetapi ternyata bahawa perselisihan faham antara Ansar dan Muhajirin itu tidak menimbulkan firqah dalam Usuluddin, karena perselisihan itu dikira sudah selesai di masa Sayidina Abu bakar sudah diangkat dan terpilih menjadi Khalifah secara suara sepakat/aklimasi. Pada tahun 30H, timbul fahaman Syiah yang diapi-apikan oleh Abdullah bin Saba’ yang menentang Khalifah Sayidina Usman bin Affan r.a. Abdullah bin Saba’ adalah seorang pendeta Yahudi yang masuk Islam. Ketika ia datang ke Madinah, beliau tidak mendapat penghargaan daripada Khalifah dan daripada umat Islam yang lain. Oleh karena itu, dia sakit hati.

Sesudah terjadi “Peperangan Siffin”, peperangan saudara sesama Islam yaitu di antara tentera Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan (Gabenor Syria) pada tahun 37H, timbul firqah Khawarij yaitu orang yang keluar daripada golongan sayidina Muawiyah dan Sayidina Ali r.a. Pada permulaan abad ke 2H, timbul pula Kaum Muktazilah yaitu kaum yang dipimpin oleh Washil bin Atha’ (lahir 80H-wafat 113H) dan Umar bin Ubaid (wafat 145H).

Kaum Muktazilah ini mengeluarkan fatwa yang ganjil-ganjil, yang berlainan dan berlawanan dengan I’tiqad Nabi dan Sahabat baginda. Di antara fatwa-fatwa yang ganjil daripada kaum Muktazilah ialah adanya ” manzilah bainal manzilatain” yakni ada tempat antara 2 tempat yaitu selain Syurga dan Neraka.

Banyak lagi fatwa-fatwa kaum Muktazilah umpamanya mengatakan Allah SWT tidak ada sifat, bahwa Al Quran itu makhluk, Nabi SAW hanya bermikraj dengan roh , pertimbangan akal lebih didahulukan daripada Hadis nabi SAW, Syurga dan Neraka tidak kekal dan akan lenyap dan lain-lain fatwa yang keliru. Kemudian timbul pula fahaman Qadariyah yang mengatakan bahawa perbuatan manusia dicipta oleh manusia sendiri, tidak ada sangkut paut dengan Allah SWT. Hak mencipta telah diberikan Allah SWT kepada manusia sehingga Allah SWT tidak tahu dan tidak peduli lagi apa yang akan dibuat oleh manusia.

Kemudian timbul pula fahaman jabariyah yang mengatakan bahawa sekalian yang terjadi adalah daripada Allah SWT, manusia tidak mempunyai apa-apa kuasa, tidak ada usaha dan tidak ada ikhtiar. Kemudian timbul pula faham Mujassimah yakni fahaman yang menyerupakan Allah SWT dengan makhluk, punya tangan, punya kaki, duduk atas Kursi, turun dari tangga serupa manusia, Allah SWT adalah cahaya seperti lampu dan lain-lain kepercayaan. Kemudian lahir pula faham-faham yang keliru tentang tawasul, wasilah, tentang ziarah kubur, istigatsah daripada Ibnu Taimiyah yang semuanya mengacaukan dunia Islam dan kaum Muslimin
__________________
Reply With Quote
  #5  
Old 06-05-2008, 01:00 PM
profesor profesor is offline
Super Active Member

profesor's Avatar
 
Trader Rating: (0)
Join Date: May 2007
Location: Malaysia
Posts: 3,442
Poster Rank: #1087
Blog Entries: 1
Thanked 259 Times
Active Level
My Mood:
Default

TQ Us. Syaqiq for caring..
Reply With Quote
  #6  
Old 06-05-2008, 01:01 PM
tokputih tokputih is online now
CG Top Poster Club

tokputih's Avatar
 
Trader Rating: (23)
Join Date: Apr 2008
Posts: 21,419
Poster Rank: #76
Blog Entries: 4
Thanked 523 Times
Active Level
My Mood:
Default

kena hayati lagu M.Nasir yang cerita pasal al-gojo tu... nilah yang dimaksudkan...
Reply With Quote
  #7  
Old 06-05-2008, 01:02 PM
syaqiq2312 syaqiq2312 is offline
Super Active Member

syaqiq2312's Avatar
 
Trader Rating: (2)
Join Date: Jan 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 2,699
Poster Rank: #1418
Blog Entries: 2
Thanked 57 Times
Active Level
My Mood:
Default Kaum Ahlussunnah Wal Jamaah (aswj) Muncul Pada Abad Ke 3 H.

KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (ASWJ) MUNCUL PADA ABAD KE 3 H.

Sebagai reaksi dari firqah yang sesat tadi, maka pada akhir abad ke 3 H timbullah golongan yang dikenali sebagai Ahlussunnah wal Jamaah yang dipimpin oleh 2 orang ulama besar dalam Usuluddin yaitu Syeikh Abu Hassan Ali Al Asy’ari dan Syeikh Abu Mansur Al Maturidi. Perkataan Ahlussunnah wal Jamaah kadang-kadang disebut sebagai Ahlussunnah saja atau Sunni saja dan kadang-kadang disebut Asy’ari atau Asya’irah dikaitkan dengan ulama besarnya yang pertama yaitu Abu Hassan Ali Asy’ari.

Sejarah ringkas ulama besar ini adalah: Nama lengkap beliau adalah Abu Hasan Ali bin Ismail bin Abi Basyar bin Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdillah bin Musa bin Bilal bin Abi Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari. Abi Musa ini adalah seorang sahabat Nabi yang terkenal dalam sejarah Islam. Abu Hassan lahir di Basrah, Iraq pada tahun 260H yakni 55 tahun sesudah meninggalnya Imam As Syafie rhm dan meninggal di Basrah juga pada tahun 324H dalam usia 64 tahun. Beliau pada mulanya adalah murid daripada bapa tirinya seorang ulama besar kaum Muktazilah, Syeikh Abu Ali Muhammad bin Abdul Wahab Al Jabai , tetapi kemudian beliau bertaubat dan keluar daripada golongan Muktazilah itu.

Pada masa itu, banyak sekali ulama Muktazilah mengajar di Basrah, Kufah dan
Baghdad.Ada 3 orang Khalifah Abbasiyah yaitu Malmun bin Harun Ar Rasyid, Al Muktasim dan Al Watsiq adalah khalifah-khalifah penganut fahaman Muktazilah atau sekurang-kurangnya penyokong utama daripada golongan Muktazilah.

Dalam sejarah dinyatakan bahawa pada zaman itu terjadilah apa yang dinamakan fitnah ” Al Quran makhluk” yang mengorbankan beribu-ribu ulama yang tidak sefahaman dengan kaum Muktazilah. Pada masa Abu Hassan Al Asy’ari muda remaja, ulama-ulama Muktazilah sangat banyak di Basrah, Kufah dan Baghdad. Masa itu zaman gilang-gemilang bagi mereka, kerana fahamannya disokong oleh pemerintah.

Imam Abu Hassan termasuk salah seorang pemuda yang belajar kepada Syeikh dari Muktazilah yaitu Muhammad bin Abdul Wahab Al Jabai. Muhammad bin Abdul wahab ini bukanlah pembangun mazhab Wahabi di Najd. Imam Abu Hassan Al Asy’ari melihat bahawa dalam fahaman kaum Muktazilah ini banyak terdapat kesalahan besar yang bertentangan dengan i’tiqad nabi Muhammad SAW dan para Sahabat beliau yang ramai dan banyak bertentangan dengan Al Quran dan Hadis.

Maka itu, beliau keluar daripada golongan Muktazilah dan bertaubat kepada Allah SWT atas kesalahannya yang lalu. Bukan sahaja begitu, tetapi beliau tampil keawal garisan depan untuk melawan dan mengalahan kaum Muktazilah yang salah itu. Pada suatu hari beliau naik ke sebuah mimbar di masjid Basrah yang besar itu dan mengucapkan pidato yang didengar oleh banyak kaum Muslimin yang berkumpul di situ.

Beliau berucap: Saudara-saudara kaum Muslimin yang dihormati! Sesiapa yang sudah mengetahui saya, baiklah tetapi yang belum mengetahui, maka saya ini adalah Abu Hassan Ali As’ari anak dari Ismail bin Abi Basyar. Dulu saya berpendapat bahawa Quran itu makhluk, bahawa Allah SWT itu tidak boleh dilihat dengan mata kepala di Akhirat, dan bahawa manusialah yang mencipta perbuatannya serupa dengan kaum Muktazilah. Sekarang saya menyatakan terus-terang bahawa saya telah bertaubat dari fahaman Muktazilah itu dan saya telah melemparkan faham Muktazilah itu seperti saya melemparkan baju saya ini dan saya setiap saat siap untuk menolak faham Muktazilah ini.”
(Zhumrul Islam 4 halaman 67) Dari saat itu, Imam Abu Hassan Al Asy’ari berjuang melawan kaum Muktazilah dengan lisan dan tulisan, berdebat dan bertanding dengan kaum Muktazilah di mana-mana, merumuskan dan menuliskan dalam kitab-kitabnya i’tiqad kaum Ahlussunah wal jamaah sehingga beliau masyhur sebagai seorang ulama Usuluddin/tauhid yang dapat menundukkan dan menghancurkan faham Muktazilah itu.

Beliau mengumpulkan sebaik-baiknya dari Al Quran dan Hadis faham atau i’tiqad nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya, diperincinya dengan baik-baik. Berkata Imam Zabidi, pengarang kitab Ittihaf sadatil Muttaqin, syarah Ihya Ulumuddin: “Imam Asy’ari telah mengarang sekitar 200 kitab.” (Lihat Ittihaf, jilid 2, halaman 7) Di antara kitab-kitab karangan Imam Abu Hassan Al Asy’ari:

1. Ibanah fi Usuluddin, 3 jilid besar.
2. Maqalaatul Islamiyiin
3. Al Mujaz, 3 jilid besar
4. dan lain-lain.
__________________
Reply With Quote
  #8  
Old 06-05-2008, 01:03 PM
syaqiq2312 syaqiq2312 is offline
Super Active Member

syaqiq2312's Avatar
 
Trader Rating: (2)
Join Date: Jan 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 2,699
Poster Rank: #1418
Blog Entries: 2
Thanked 57 Times
Active Level
My Mood:
Default

Quote:
Originally Posted by tokputih View Post
kena hayati lagu M.Nasir yang cerita pasal al-gojo tu... nilah yang dimaksudkan...
heyy sangg angkojol....
73 mana satu,pilih2 jgn salah pilih...
__________________
Reply With Quote
  #9  
Old 06-05-2008, 01:04 PM
syaqiq2312 syaqiq2312 is offline
Super Active Member

syaqiq2312's Avatar
 
Trader Rating: (2)
Join Date: Jan 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 2,699
Poster Rank: #1418
Blog Entries: 2
Thanked 57 Times
Active Level
My Mood:
Default

Quote:
Originally Posted by profesor View Post
TQ Us. Syaqiq for caring..
Jazarallah khuhairan kasiran

__________________
Reply With Quote
  #10  
Old 06-05-2008, 01:37 PM
duit_takdekuasa duit_takdekuasa is offline
Active Member

duit_takdekuasa's Avatar
 
Trader Rating: (3)
Join Date: Apr 2008
Location: on the way to alam barzakh
Posts: 1,853
Poster Rank: #2068
Thanked 4 Times
Active Level
My Mood:
Default

Jazakallahukhairan kastira... Ilmu yang berguna...
Reply With Quote
Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +8. The time now is 09:44 AM.


Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.
Disclaimer : All posts made by either members or mods even admins on CariGold.com are just only individual opinions, not necessarily or specifically those of CariGold.com or it's owner. CariGold does neither support, endorse nor vouch any programs and/or opportunities discussed here. We also does not give/offer investment advice and we does not research the opportunities discussed here. We simply provide a place for discussion. YOU'RE ON YOUR OWN RESPONSIBILITY IF YOU LOSE SUM OF MONEY IN ANY PROGRAMS DISCUSSED HERE