Sensasi dalam dunia Forex! Cepat dapatkan tawaran terbaru daripada InstaForex - bonus 45% untuk setiap deposit! Bonus 45% untuk keuntungan yang maksimum!


     
All banners are advertisements only. CG does not endorse or vouch for any advertisers. Read Disclaimer HERE


Go Back   CariGold Forum > GENERAL DISCUSSION > General Chat > Religious Talk

CG Sponsors



Recommended Brokers

CG Updates
0 Forum rules improvised
Last Post: CariGold
Posted On: 05-02-2014
Replies: 0
Views: 17,375
0 Social Group is now based on request
Last Post: CariGold
Posted On: 11-12-2012
Replies: 0
Views: 47,610
0 Unscheduled maintenance
Last Post: CariGold
Posted On: 26-11-2012
Replies: 0
Views: 35,405
More...
Reply
 
Thread Tools
  #1  
Old 26-07-2011, 05:50 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default Dialog :Adakah Jesus itu tuhan? (Tuan Ahmad Deedat vs.Dr. Anis Shorosh)

Salam kengkawan CG, ramai yang dah kenal Ahamed Deedat nih melalui video dan sebagainya, aku dok teringat masa zaman belajaq dulu tengok video Ahmad Deedat ni..teruja habis dengan hujah2 beliau menentang paderi-paderi Kristian. Beliau dah pun meninggal pada tahum 2005 kalau tak silap aku, masa dia sakit Angin Ahmar TV3 ada buat ziarah tgk dia kat Africa...dalam masa sakit tu, dia masih lagi menulis melalui isyarat mata, anak dia le yang tulis..hebat perjuangan beliau..Semoga Rohnya dicucuri ditempat bersama orang-orang yang soleh.

Aku surf2 semalam nak cari Ahmad Sharbini Allawee , tup-tup terjumpa plak dialog Ahmad Deedat ni bertulis dalam bahasa indon dan aku dah cuba melayukan sikit2 tapi masih bunyi indon..hehehe

So aku share la kat sini..Selamat membaca, memang panjang..hehehe..pelan-pelan kayuh aaaaa...moga dapat menguatkan lagi pegangan kita kepada Kitab Suci Al-Quran dan Agama Islam..InsyaAllah..


Selamat menyambut Ramadhan yang akan mengujungi kita tak lama lagi..


P/s: kalau dah ada, kasitau sama ana lah...panjang nak post nih..

Bismillahirrahmaanirrahiim
“Selamat datang saya ucapkan pada hari ini, di Auditorium Royal Albert Hall, semoga Allah SWT., senantiasa mengurniakan kebahagiaan kepada anda. Amien.

Di antara perkara-perkara yang terpenting dalam sebuah perdebatan semacam ini adalah, memahami sifat pertemuan yang kerananya kita telah hadir. Saya kira ini merupakan detik bersejarah yang membuka kesempatan bagi pengikut dua agama, baik dari kalangan Nasrani maupun Islam, untuk mendengarkan sudut pandang pihak yang lain.

Malam ini saya berbicara sebagai pengacara majlis. Saya adalah pengikut ajaran Nasrani, nama saya adalah Clay Karphin. Saya aktif sebagai setiausaha pada organisasi Perhimpunan Injil.
Saya merasa sangat berbahagia menyambut kehadiran anda sebagai wakil dari kedua pendebat; yang tentunya juga merasa sangat bergembira kerana penuhnya auditorium ini. Di sini saya akan memperkenalkan kedua pembicara kita pada malam hari ini kepada anda semua. Seperti yang telah saya katakan tadi, bahawa kami sangat bergembira dengan penyertaan anda berdua dalam perdebatan yang penting ini.

Selanjutnya, saya mohon kesediaan Tuan Ahmed Thomson untuk memperkenalkan Tuan Ahmed Deedat secara singkat kepada kita semua.”

(Saudara Ahmed Thomson dari Islamic Center berbicara):

Bismillahirrahmaanirrahiim
Selamat petang. Saya kira sebagian besar dan anda telah mengenal Tuan Ahmed Deedat. Sebab sebelumnya beliau telah beberapa kali datang ke Inggeris, dan pada bulan Julai tahun ini beliau juga ikut serta dalam perdebatan yang serupa dengan yang sedang kita laksanakan pada malam hari ini. Tuan Ahmed Deedat adalah Direktor Islamic Propagation Centre International di Dorban, Afrika Selatan. Beliau telah lama mempelajari Bible dan al-Qur’an al-Karim, dan tentunya -sebagai seorang muslim- beliau percaya bahwa al-Qur’an adalah wahyu terakhir yang diturunkan Allah kepada penutup sekalian nabi dan rasul untuk umat manusia.
Kebanyakan sudut pandang yang akan dipaparkan oleh beliau, bersandarkan kepada apa yang tersebut di dalam al-Qur’an al-Karim. Bersamaan dengan itu, beliau juga memusatkan perbahasan untuk mempelajari Bible yang tidak lagi berisikan Injil nabi Isa yang berbahasa asli, yaitu bahasa Aram,1) sekalipun Bible dipandang sebagai dokumen yang menarik perhatian.
Saya ingin menarik perhatian anda kepada ayat 61 dari surah Alii ‘Imran, yaitu ayat yang pada awalnya ditujukan kepada nabi Muhammad saw, kemudian ditujukan pula kepada seluruh kaum muslimin:

Siapa yang membantahmu (tentang kisah Isa) sesudah datang kepadamu ilmu, maka katakanlah (kepadanya), ‘Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak -anak kalian, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kalian, diri kami dan diri kalian, kemudian kita bermubahalah kepada Allah, Ialu kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kapada orang-orang yang ingkar’”. (QS. Ali Imran: 61)

Maka, sebagai wakil dari Tuan Ahmed Deedat dan seluruh kaum muslimin, saya ingin mengatakan, semoga laknat Allah menimpa kita jika maklumat-maklumat yang diisyaratkan oleh al-Qur’an al-Karim adalah bohong”.

Pengacara majlis melanjutkan:
“Kami juga sangat berbahagia dengan kehadiran pendeta Fred Mashobney dari wilayah Florida, yang secara umum ikut serta dalam gerakan penginjilan. Beliau datang pada malam hari ini sebagai pendamping DR. Anis Shorosh. Sekarang, saya akan memperkenalkan dengan singkat tentang DR. Anis kepada anda semua.
DR. Anis adalah seorang yang berbangsa Palestin. Beliau menjadi seorang pengungsi di Yordan pada tahun 1948. Kemudian beliau berangkat ke Amerika Syarikat dan menimba ilmu di wilayah Mississipi, di mana beliau berhasil meraih gelar Bachelorius sastra dan theologi. Beliau telah berkahwin dan mempunyai tiga orang putra dan seorang putri. Sejak tahun 1966, DR. Anis telah bekerja di bidang penginjilan, beliau tinggal di kota Mobile, wilayah Alabama, dan beliau adalah penyandang gelaran doktor dalam bidang theologi. Malam ini kita mengucapkan selamat datang untuk DR Anis.. .

Beberapa saat lagi, kita akan mendengarkan ucapan dari kedua pembicara kita pada malam hari ini, keduanya akan berbicara selama lima puluh minit. Ketika waktu yang telah ditentukan tinggal dua minit lagi, saya akan mengingatkan dengan menyentuh lengannya, dan apabila waktu yang ditentukan telah habis, maka saya akan berdiri dan mempersilakannya untuk duduk. Akan tetapi saya percaya bahwa hal tersebut tidak diperlukan.

Baiklah, untuk pembicara pertama, kami persilakan kepada DR. Anis Shorosh untuk menyampaikan hujahnya.
(tepuk tangan hangat dari pada hadirin).




HUJAH DR ANIS SHOROSH

Saudara-saudari yang dihormati!
Mampukah anda untuk mentafsirkan kepada saya urutan angka tiga dalam kondisi-kondisi berikut ini, jika yang dimaksudkan bukanlah isyarat kepada rahsia Trinity?!

Mesias telah menciptakan tiga keajaiban yang berkaitan dengan nelayan di Laut Jaliel, beliau telah menghidupkan kembali tiga orang yang telah mati, seorang anak putri, seorang pemuda dan seorang laki- laki tua sebagai tanda kecintaan beliau kepada semua orang dengan berbagai perbezaan umur mereka.
Petrus telah mengingkari tuannya (Mesias) tiga kali dan menyatakan kecintaannya kepada tuannya sebanyak tiga kali. Dan, kemunculan Mesias juga disaksikan oleh tiga orang dari murid-murid beliau.

Lama masa risalah beliau di atas muka bumi adalah tiga tahun, dan beliau adalah orang ketiga dari tiga orang yang telah disalib pada waktu itu. Salah seorang mereka disalib dengan sebab dosa, yang lainnya dengan dosa, dan beliau disalib sebagai penebus dosa. Kemudian beliau bangkit dari antara orang-orang yang mati pada hari yang ketiga. Apakah ada di antara anda ada orang yang sanggup mengingkari penyampaian dari Allah ini!?. Ataukah anda menyangka bahwa Allah sengaja telah menyesatkan kita dan berdusta kepada kita!?. Jauh sekali.
Sebab, Allah mungkin menjadikan atau tidak menjadikan, berbuat atau tidak berbuat.

Jesus yang tidak pernah berdusta dan tidak pernah sekalipun berbuat kesalahan, telah mengakhiri risalah penebusan dosanya dengan keterangan jelas yang disebutkan dalam Injil Matius:
“Jesus mendekati mereka dan berkata, ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di syurga dan di bumi “. (Matius 28: 18)


Nabi mana yang berani mengucapkan perkataan semacam ini!?.
“Kerana itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman “. (Matius 28: 19-20)

Jutaan orang Masehi menamakan pesan ini ‘pesan penginjilan tugas yang agung’, dan kebanyakan kami memulai upacara-upacara keagamaan dengan ungkapan ‘atas nama Bapa, Anak dan Roh Kudus’.
Sekarang marilah kita beralih kepada tema yang sedang kita perbincangkan, yaitu apakah Mesias/Jesus itu adalah Tuhan?.
Biar saya tegaskan kepada anda, seandainya Jesus dilahirkan dengan cara yang sama seperti saya dilahirkan, bukan dengan cara yang luar biasa dari seorang wanita perawan, hidup dan mati seperti semua manusia, tidak bangkit dari antara orang-orang yang mati dan tidak naik ke langit, maka persolannya pasti tidak akan begini dan Jesus adalah seorang pembohong besar.
Adapun pertanyaan sesungguhnya yang harus dilontarkan pada malam ini adalah, apakah Allah itu adalah Mesias?.

[/COLOR]

Jika kita mengakui bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu, maka kita akan menghadapi masalah. Dari satu sisi kita percaya bahwa Allah mampu melakukan apa saja yang Dia kehendaki, kerana kemampuan-Nya tidak terbatas. Dan, dari sisi lain kita menafikan kemampuan ini dari-Nya ketika mengingkari hak-Nya untuk menjadi seorang manusia. Manusia tidak mampu menjadi Tuhan!. Ini adalah kafir dan tajdif. Akan tetapi Allah mampu menjadi manusia, dan namanya adalah Tuhan Yesus, penebus dosa, raja diraja, dan tuan segala tuan.
DR. Stanley Johns yang diberi julukan ‘Utusan kepada orang-orang Hindu’ ada menjelaskan tentang jenis-jenis agama yang terdapat di dunia:
(1). Jenis pertama: kesimpulannya bahwa Allah menyingkapkan zat-Nya dengan sebuah kitab suci.

(2). Jenis kedua: bahwa Firman menjadi syari’at atau sekumpulan hukum-hukum.

(3). Jenis ketiga: bahwa Firman menjadi jasad.
Reply With Quote
The Following User Says Thank You to akusait For This Useful Post:
iwan87 (26-07-2011)
Paid Advertisement
  #2  
Old 26-07-2011, 05:50 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default

Seandainya manusia adalah perpustakaan -perpustakaan, nescaya kitab adalah cara terbaik untuk berinteraksi dengan mereka. Seandainya mereka adalah undang-undang dan hukum-hukum dalaman, nescaya mereka merespon sekumpulan hukum-hukum dengan sebaik-baiknya. Dan kerana kita adalah manusia, Allah menghendaki agar Firman menjadi jasad, sebagaimana yang kita baca dalam Injil Yohanes:

Firman itu telah menjadi jasad, dan diam diantara kita, dan kita melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran “. (Matius 1: 14) 10

Bagi anda yang mengetahui kisah Ibrahim, biarkan saya mengembalikan ingatan anda pada malam ini.


Sesungguhnya Allah telah datang kepada Ibrahim dalam bentuk seorang manusia, seribu lima ratus tahun sebelum Allah datang ke Betlehem dalam bentuk seorang anak kecil.
Mari kita lihat dalam pasal 18 dari kitab Kejadian, di mana disebutkan:
“Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Serudah dilihatnya, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata, ‘Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini “. (Kejadian: 18: 1-4)

Kemudian kita baca dalam ayat 13 dari pasal yang sama:
“Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Abraham, ‘Mengapakah Sara tertawa dan berkata: sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?. Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan? pada waktu, yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau. Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki -laki “. (Kejadian: 18: 13-14)

Tersebut dalam ayat 22-25 pada pasal yang sama:
“Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom. Tetapi Abraham masih berdiri di hadapan Tuhan. Abraham datang mendekat dan berkata, “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik ?. Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu?. apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?. Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian itu dari pada -Mu. Masa Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil!? “. (Kejadian 18: 22-25)

Dan pada akhir ayat pasal 18 dari kitab Kejadian, gambaran Tuhan alam dilukiskan dalam bentuk manusia:

“Lalu pergilah Tuhan setelah la selesai berfrman kepada Abraham, dan kembalilah Abraham ketempat tinggalnya “. (Kejadian 18: 33)

Saya bertanya kepada anda saudara-saudaraku yang budiman, seandainya Tuhan tidak menghendaki keterikatan dengan ikatan tempat, masa, jarak dan berhadap-hadapan, lalu bagaimana Dia mampu meninggalkan Ibrahim?!.

Apa yang akan kita tentang Melkisedek yang merupakan jelmaan terakhir Yesus, Mesias!?.

“Tersebut dalam Surat Kepada Orang Ibrani:
“Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Maha Tinggi, ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya, Melkisedek. adalah pertama -tama raja kebenaran , dan juga raja Salem, yaitu damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu dan tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam selama-lamanya”. (Ibrani 7: 1-13)

Dia diciptakan dari tanah bumi, demikian pula kita diciptakan dari tanah bumi. Sedangkan Jesus dilahirkan dari Roh Kudus.
Dalam bukunya yang berjudul “Apa nama-Nya?”, Tuan Deedat mengeluarkan segenap pendapat untuk membuktikan bahwa di antara sifat-sifat “Tuhan yang paling khusus adalah tidak pernah makan sama sekali.


Anda siapa dan mereka orang-orang primitif itu siapa, sehingga kalian mengatakan apa yang mungkin dilakukan oleh Tuhan atau tidak dilakukan-Nya, apa yang dikatakan-Nya dan apa yang tidak, apa yang dijadikan-Nya apa yang tidak!!?.
Pasal 18 dari kitab Kejadian bercerita tentang tiga orang pengunjung yang datang dari langit kepada Ibrahim. Lalu beliau bercerita dengan pimpinan mereka dengan berkata: Wahai tuan, dan beliau berdiri di samping mereka ketika mereka sedang makan. Beberapa abad setelah itu, Jesus -Khalil Ibrahim dan Tuhannya- makan bersama murid-muridnya, sebelum dan sesudah kebangkitannya.
Kerana inilah yang dipilih-Nya, dan kerana Dialah Allah.

Barangkali masalah yang ada di hadapan anda wahai kaum muslimin, anda mengulang-ulang kalimat Allahu Akbar sebanyak 40 kali dalam sehari, akan tetapi Allah dalam pandangan anda tidak cukup besar untuk menciptakan keajaiban-keajaiban yang luar biasa.
Saya akan bertanya kepada anda, sampai bila anda akan membiarkan Allah jauh dari kita, tanpa peduli dengan kita, bersikap sombong terhadap kita, padahal Dialah yang telah menciptakan kita dalam bentuk dan rupa-Nya!!?.


Orang-orang tersebut telah muncul menunjukkan diri kepada Ibrahim dan mereka berjalan ke arah Sodom. Salah seorang dari mereka tertinggal di belakang, dan dialah yang disapa oleh Ibrahim dengan ucapannya: Wahai Tuan.
Dengan penuh keikhlasan, secara sistematik dan jelas, biarkan saya menunjukkan kepada anda sebagian dari sifat-sifat utama yang dimiliki Allah, dan anda dengan sendirinya akan melihat bahwa semua sifat-sifat ini ada pada Jesus, Mesias, dan beginilah keberadaan Jesus dari sejak azali.

Tersebut dalam Injil Yohanes:
“Oleh sebab itu ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada”. (Yohanes 17: 5)

Dalam ceramah yang disampaikannya pada bulan Julai yang lalu di kota Birmingham, Tuan Deedat mengatakan bahwa dia mempercayai setiap kalimat yang diucapkan oleh Mesias di dalam Injil. Jadi, hendaknya dia menjelaskan sikapnya yang bercanggah ini.

Kemudian kita baca dalam Injil Yohanes:“Abraham bapamu bersuka cita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersuka cita. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya,`Umur-Mu belum lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?’. Kata Yesus kepada mereka, ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi; Aku telah ada”: (Yohanes 8: 56-58)


Last edited by akusait; 26-07-2011 at 05:59 PM..
Reply With Quote
  #3  
Old 26-07-2011, 05:51 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default

Jika anda membaca ayat 13 dan ayat sesudahnya dari pasal 3 kitab Kejadian, anda akan memahami sebabnya:
“Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu “. (Keluaran:3:13)

Kemudian kita baca dalam ayat 2 pasal 5 dari kitab Mikha tentang nubuat yang berkaitan dengan Betlehem, tanah kelahiran Mesias yang ditunggu, raja Yahudi. Pada ujung ayatnya tersebut:
“…yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”. (Mikha, 5: 2).

Apakah sifat ini cocok untuk orang biasa? ataukah ini adalah sifat Allah yang mulia, lalu Dia datang kepada kita dalam bentuk manusia?

Dalam Injil Yohanes terdapat ayat yang berkenaan dengan keberadaan Mesias sebelum permulaan alam.
“Sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan”. “. (Yohanes 17: 24).

Sekarang mari kita perhatikan kandungan ayat-ayat pasal pertama dari Injil Yohanes:
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah “. (Yohanes 1: 1-14)

Cuba dengarkan kata-kata Sulaiman dalam kitab Amsal, di mana kita baca:

“Siapakah yang naik ke syurga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamannya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu “. (Amsal: 30: 4)

Mana jawapannya?, atau apa jawapan atas pertanyaan itu?
Sepuluh abad setelah nubuat ini berlalu, Tuhan jesus memberikan jawabannya kepada kita. Jawabannya ada dalam Injil Yohanes:
‘Tidak ada seorangpun yang telah naik ke syurga, selain daripada Dia yang telah turun dari syurga, iaitu Anak Manusia”
. (Yohanes 3: 13)

Bible menyebutkan bahwa Jesus tetap senantiasa dalam keadaannya yang kelmarin, sekarang dan selamanya, dan itulah sifat yang hanya dimiliki oleh Allah.

Kita membaca dalam kitab wahyu kepada Yohanes:
“Aku adalah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan. Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa”. (Wahyu 1: 8).

Kemudian di dalam pasal yang sama, pada ayat 17-18 disebutkan:
17. “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi la meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: `Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. ” (Wahyu Kepada Yohanes, 1: 17-18).

Apakah ayat-ayat, atau penjelasan, atau berita- berita yang disebutkan di dalam al-Kitab di atas, menunjukkan bahwa Jesus yang dilahirkan secara luar biasa, hanya sebagai manusia biasa atau apakah ayat- ayat, atau penjelasan, atau berita-berita tersebut benar -benar menunjukkan bahwa Jesus adalah “Tuhan yang menjelma dalam bentuk manusia?

Di antara sifat-sifat Allah Yang Maha Tinggi dan Menguasai adalah mengetahui peristiwa-peristiwa akan datang yang belum terjadi, dan Jesus dapat mengetahui hal itu. Saya yakin bahwa majoriti para hadirin, kaum terpelajar yang ada di tempat ini sudah mengetahui tentang kisah seorang wanita Samiri yang disebutkan di dalam Pasal empat dari Injil Yohanes. Mengapa wanita tersebut dapat yakin dan percaya ketika Jesus mengatakan kepadanya bahwa ia adalah Mesias Al -Muntazhar?

“16. Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggilah suamimu dan datang ke sini. 17. Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami. “Kata Jesus kepadanya: `Tepat katamu bahwa engkau tidak mempunyai suami. ” 18. Sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu, dalam hal ini engkau berkata benar. ” (Yohanes 4: 16-18).

Wanita itu dipenuhi rasa takut, maka dia pun pergi ke kota dan mengatakan kepada manusia:
“29. “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkin dia Kristus itu?”30. Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Jesus. ” (Yohanes 4: 29-30).
Mereka mengatakan:
“45. Filipus bertemu dengan Natanae! dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Jesus anak Yusuf dari Nazareth. ” (Yohanes 1: 45).

“47. Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Jesus melihat Natanael datang kepadanya, lalu berkata teatang dia: “Lihat inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” 48. Kata Natanael kepadanya: “Bagaimana engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. ” 49. Kata Natanael kepadanya: “Rabi, Eagkau anak Allah, Engkau Raja orang Israel. ” (Yohanes 1: 47-49).

Mengapa Jesus dapat melihat Natanael, padahal belum ada seorang pun yang dapat melihatnya selain Allah.
Jesus telah mengetahui tentang pengkhianatan yang akan dilakukan muridnya, ia juga telah mengetahui tentang peristiwa penyalibannya, kematiannya, dan saat saat kembalinya, secara detail dan terperinci, hingga murid-muridnya sendiri pun pada awalnya tidak mampu untuk mempercayainya. la dapat mengetahui bahawa Butras akan mengingkarinya sebanyak tiga kali, padahal Butras adalah salah seorang muridnya yang sangat setia.

Ia juga dapat mengisahkan secara terperinci tentang berbagai macam peristiwa kehancuran yang akan terjadi di Baitul Maqdis, tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi setelah tiga puluh tahun penyalibannya, dan lain sebagainya. Di samping itu, ia juga telah berbicara tentang hari akhir, dan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan akan datangnya hari akhir tersebut, yaitu persitiwa-peristiwa yang sedang kita alami malam ini di London dan di kota-kota lain di seluruh dunia.


Pada acara makan malam bersama murid -muridnya, yang disebut dengan makan malam terakhir, ia mengisahkan kepada mereka tentang kematiannya, kebangkitannya, dan saat-saat dimana ia akan kembali lagi ke dunia.
Dengan seluruh bukti-bukti yang sangat jelas tersebut, apakah masih ada di antara kita orang yang sanggup untuk mengatakan dengan ketulusan hatinya dan kejernihan nuraninva bahwa Jesus bukan Tuhan yang menjelma dalam bentuk manusia?.
Bahkan Al-Qur’an Al-Karim sendiri, sebagai kitab suci umat lslam, turut mengatakan bahwa Jesus dapat mengetahui bila akan terjadinya hari kiamat.

Di dalam Injil Matius disebutkan bahwa ketika jenderal dari para pembesar ‘Timur sampai di Baitlehem, mereka menanyakan, ‘dimanakah orang yang dilahirkan untuk menjadi raja?’
Bukankan suatu keanehan, jika anak yang dilahirkan itu (Jesus) disebut sebagai raja, padahal julukannya yang benar adalah Amir (pemimpin).

Di dalam Injil Matius, kita juga dapat membaca bahawa ketika mereka melihat seorang anak kecil yang bersama Maryam, mereka segera bersujud kepadanya, dan orang-orang yang berakal pun hingga hari ini masih bersujud kepadanya (Yesus)13. Sedangkan tentang ketiga hadiah yang mereka berikan kepadanya (anak kecil yang bersama Maryam) adalah hadiah-hadiah yang menunjukkan akan hal-hal tertentu; emas yang mereka berikan menunjukkan bahwa ia adalah seorang raja, pakaian yang mereka berikan menunjukkan bahwa ia adalah Tuhan, dan kepahitan yang mereka berikan kepadanya menunjukkan akan kematiaannya di dalam kapan yang tidak sama seperti kapan manusia.

Umat jin dan setan pun mengetahui Jesus, dan mereka sujud kepadanya, seperti yang disebutkan di dalam Injil Markus.
“6. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya 7. dan dengan keras ia berteriak: `Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Demi Allah, jangan siksa aku. ” (Markus 5: 6-7).

Dalam ayat ke 41 dan setelah, dari pasal 20 Injil Lukas, terdapat beberapa bukti akan keberadaan Yesus sebagai Tuhan, di antaranya adalah sujudnya musuh musuhnya kepadanya.
“41. Tetapi Jesus berkata kepada mereka: “Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesaias adalah anak Daud. 42. Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: “Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, 43. Sampai Kubuat musuh-musuh Mu menjadi tumpuan kaki Mu. 44. Jadi Dauxd menyebut dia Tuannya, bagaimana mungkin ia anaknya pula?” (Lukas 20: 41 -44).

Dalam Injil Yohanes pasal 9 juga disebutkan bahwa Jesus dapat menyembuhkan seorang pemuda yang dilahirkan dalam keadaan buta. Selanjutnya mari kita baca ayat 35 sampai 38 dari pasal yang sama tentang akhir daripada kisah yang mengesankan ini.
“35. Jesus mendengar bahwa iu telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada anak manusia?” 36. Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya. ” 37. Kata Jesus kepadanya; “Engkau bukan saja melihat Dia, tetapi Dia sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” 38. Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” lalu ia sujud menyembah-Nya. ” (Yohanes 9: 35-38).

Izinkan saya membuka rasional dan nurani anda dengan membahas dan mengingatkan anda akan beberapa fenomena tentang Jesus yang disebutkan di dalam S
urat Paulus Kepada Jemaat di Kolose.

Last edited by akusait; 26-07-2011 at 06:10 PM..
Reply With Quote
  #4  
Old 26-07-2011, 05:51 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default

Di antara sifat-sifat Allah adalah Kuasa terhadap segala sesuatu. Lalu siapa di dunia ini yang mampu untuk mengatur perputaran udara dengan kekuatan murninya?, jelas anda akan mengatakan ‘Allah’. Jika demikian, maka katakanlah kepada saya, siapakah Jesus yang memiliki kemampuan untuk menenteramkan badai taufan di lautan luas, sebagaimana yang disebutkan di dalam Injil Lukas?14 Lalu apa pula yang akan anda katakan tentang kemampuannya untuk berjalan di atas air, dan berita tentang naiknya beliau ke langit dengan kekuatan luar biasa setelah selesai menunaikan risalah pengorbanannya di muka bumi, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Kisah Para Rasul?!.

Saudara-saudara sekalian! Jika Eliyas sebagai seorang nabi diangkat ke langit dengan kereta kuda yang terbuat dari api, maka Jesus dapat naik ke langit dengan kekuatannya sendiri, sebab ia memiliki kemampuan untuk itu, sebagaimana ia memiliki kemampuan untuk menghidupkan dan mematikan.

Jesus juga memiliki kekuasaan terhadap syaitan dan kaumnya.
Di dalam Injilnya, Lukas menyebutkan sebuah kisah tentang pertemuan antara Yesus dengan dunia ruh-ruh jahat:
“26. Lalu mendaratlah Jesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. 27. Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki -laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal di dalam rumah, tetapi dalam pekuburan. 28. Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: `Apa urusan-Mu denganku hai Yesus Anak Allah Yang Maha tinggi? Aku memobon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku. ” (Lukas, 8: 26-28).

Selain itu, Yesus juga memiliki kekuasaan terhadap penyakit. Sesungguhnya seruan yang telah disampaikannya kepada seluruh umat manusia, sama sekali tidak ada bandingannya sepanjang sejarah umat manusia.
“28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. ” (Matius 11: 28).

Jesus telah menjadikan orang yang buta dapat melihat, menyembuhkan orang yang lumpuh, menghidupkan orang yang mati, dan menyembuhkan banyak manusia dari berbagaimacam penyakit yang lain.

Banyak golongan manusia yang mengikutinya, dan dia menyembuhkan mereka semua. Di samping semua itu, Jesus juga memiliki kekuasaan untuk mengampunkan dosa-dosa manusia.
Tentang hal ini kita dapat membacanya di dalam Injil Markus dan Matius:
“3. Ada orang-orang datang mernbawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang ada di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu berbaring. 5. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus, 2: 3-5).

Siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosa selain daripada Allah SWT ? Inilah yang saat itu mereka yakini dengan seketika, iaitu ketika ia (Jesus) merasakan keraguan yang bergemuruh di dalam hati mereka, ia berkata, “Mengapa kalian memikirkan hal itu di dalam hati?
Manakah yang lebih mudah, apakah mengatakan kepada orang yang sedang dalam kegundahan hati, ‘dosa-dosamu telah diampuni’, atau ‘berdiri dan bawalah tempat tidurmu?’.
Jesus telah mengampuni wanita yang berbuat dosa, dan mengampuni pencuri yang disalib bersamanya. Hanya kerana pencuri itu tidak mengharapkan ampunan untuk dirinya sendiri walau sekali pun. Jesus juga telah berdoa kepada Allah agar mengampuni orang-orang yang telah mengazabnya.

Jesus memiliki kekuasaan untuk menciptakan. Bahkan Allah telah memberikan keistimewaan kepadanya dengan penguasaan terhadap seluruh makhluk. Hal ini dapat terlihat ketika Jesus memberi makan lima ribu orang dengan lima rusa dan dua ikan. Di dalam kesempatan lain, beliau juga dapat memberi makan empat ribu orang dengan sepotong rusa dan sedikit ikan.

Tentang hal ini, Yohanes menguatkannya di dalam risalahnya yang pertama:
“20. Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengeritan kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. ” (Surat Yohanes yang Pertama, 5: 20).

Saudara-saudaraku sekalian, para pendengar budiman!!.

Apakah pada malam hari ini atau bila saja, kita dapat mengingkari tentang hakikat yang telah diwahyukan kepadanya? Sesungguhnya lembaran lembaran yang membuktikan akan Jesus sebagai Penolong sangat jelas adanya. Para nabi dahulu telah memberitakan tentang kedatangannya, dan seluruh berita-berita tersebut telah terbukti dengan sangat terperinci.
Tuhan Bapa telah menegaskan tentang hubungannya dengan Jesus, iaitu dengan mengatakan bahwa ia (Jesus) adalah anaknya yang tercinta. Keajaiban-keajaibannya adalah bukti atas kekuatan dan kekuasaannya, dan Ruh Kudus telah menjelaskan akan kebenaran ini, yang dipersaksikan oleh para rasul dan perjanjian baru.

Izinkan saya menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah pada hakikatnya adalah Jesus.Sesungguhnya, dalam perjalanan panjang sejarah umat manusia banyak orang yang dijadikan sebagai Tuhan, akan tetapi Jesus lah Tuhan yang sebenarnya, dialah yang pertama, dan dialah yang esa, yang menjelma ke dalam bentuk manusia. Jesus datang mencari saya dan anda-anda sekalian untuk memberikan kehidupan yang abadi. Harga yang telah dibayar oleh Yesus untuk mensucikan kita dari bermacam-macam dosa adalah kematiannya, kerana itulah Allah memberikan kepada kita Tuhan Jesus kehidupan abadi. Barangkali anda sekalian masih merasa bingung, bagaimana mungkin Mesias boleh mendapatkan tempat. Sesungguhnya Adam yang pertama mengalami kekalahan ketika berperang, akan tetapi Adam yang kedua (Jesus) mendapatkan kemenangan dalam peperangan. Peristiwa penyaliban yang dialaminya adalah bentuk kemenangan baginya.
Mengapa orang-orang Yahudi pada zaman dahulu melakukan pengorbanan? Mengapa al-Qur’an juga memerintahkan umatnya untuk melakukan hal itu? Jawabnya adalah tidak ada pengampunan dosa tanpa penumpahan darah.

Bukankah ini merupakan perbuatan yang aneh? Allah memerintahkan perbuatan baik kerana kesucian, bukan untuk mencari kesucian. Kami tidak wajib untuk pergi ke bumi yang suci, baik Baitul Maqdis, atau Mekkah, atau Roma. Sebab tempat-tempat tersebut sama sekali tidak ada ertinya jika dibandingkan kemuliaan Allah. Allah mencintai kita semua, dan akan mengampuni seluruh dosa-dosa kita dengan nikmat Nya melalui keimanan kita terhadap Tuhan Jesus, Mesias. Karena kebesaran antara Allah terhadap alamlah, Dia mengorbankan anak satu-satunya, agar seluruh umat manusia yang beriman kepadanya (Jesus) tidak mengalami kebinasaan, bahkan sebaliknya, akan mendapatkan kehidupan yang abadi.

Terima kasih atas perhatian anda sekalian….

Last edited by akusait; 26-07-2011 at 06:21 PM..
Reply With Quote
  #5  
Old 26-07-2011, 05:52 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default

Pengacara majilis meneruskan ucapan:

“Terimakasih, kami ucapkan kepada Tuan Shorosh, atas pidatonya yang begitu semangat dan atas ketepatannya dalam memperuntukkan waktu selama 49 minit 5 saat.
Saya ucapkan, selamat datang di Royal Albert Hall kepada Tuan Ahmed Deedat, yang sebentar lagi akan kita dengarkan hujannya yang pertama, selama lima puluh minit. Kepada tuan Ahmed Deedat kami persilahkan dengan segala hormatnya…..

(Disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin )

HUJAH SYEIKH AHMED DEEDAT

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang durjana.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan semata-mata yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.” (QS. Al-Anbiya’: 18)

Saudara pengerusi… tuan Shorosh yang saya hormati. . .

Saudara-saudaraku sekalian, permasalahan yang akan kita bahas pada malam hari ini adalah: “Apakah Jesus itu Tuhan?” Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah, dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengannya, yaitu: “Apakah Jesus pernah mengaku sebagai Tuhan?” Apakah Jesus pernah mengatakan: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhan”? Apakah Yesus pernah mengatakan: ‘Sembahlah Aku’?

Para hadirin sekalian! Percayalah, bahawa di dalam enam puluh enam kitab yang terdapat di dalam Bible Kristian Protestan, atau di dalam tujuh puluh tiga kitab yang terdapat di dalam Bible Katolik, tidak disebutkan sekali pun kalimat yang menyatakan bahwa Jesus berkata: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhan, atau sembahlah Aku”. Tidak terdapat satu kalimat pun di dalam ke dua Bible itu yang menyatakan bahwa Jesus pernah mengatakan demikian. Jesus sama sekali tidak pernah mengatakan: “Aku-lah Tuhan, atau sembahlah Aku”.

Saya sebagai seorang muslim, dan kita sebagai kaum muslimin, percaya bahwa Jesus adalah Mesias, termasuk salah seorang dari Ulil Azmi para rasul. Kami percaya bahwa kelahirannya merupakan suatu peristiwa yang luar biasa, bahwa ia adalah Mesias16, bahwa ia dapat menghidupkan yang mati dengan izin Allah, dan dapat menyembuhkan penyakit bisu dan kusta dengan izin Allah. Di sinilah letak perbezaan pendapat antara kaum muslimin dan umat nasrani, kaum muslimin beriman dengan semua kemukjizatan Isa as., namun mereka tidak menganggapnya sebagai Tuhan, sementara umat nasrani menjadikan kemukjizatan tersebut sebagai bukti bahwa Isa as. adalah Tuhan.

Karena itulah, di sini akan saya katakan bahwa saudara kita, tuan Shorosh, dalam penyampaian orasinya tadi, sama sekali belum menyebutkan satu kalimat pun yang menunjukkan bahwa Yesus pernah berkata: “Aku-lah Tuhan, atau sembahlah Aku”.
Selama hidupnya di muka bumi ini, Yesus tidak pernah sekali pun mengatakan perkataan tersebut. Dengan demikian, maka tentunya tuan Shorosh akan diben kesempatan kembali untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Apabila tuan Shorosh memang pernah mendengar bahwa Yesus ada mengatakan demikian, maka beliau akan dapat menjelaskannya.

Dari penjelasan yang beliau sampaikan tadi, ungkapan yang paling mendekati tema ini adalah kalimat yang beliau kutip dari kitab Wahyu Kepada Yohanes, dimana beliau menganggap bahwa Yesus pernah mengatakan: “Aku adalah Alif dan Ya”‘. Artinya akulah yang pertama dan yang terakhir.

Kitab Wahyu Kepada Yohanes adalah penjelasan tentang mimpi yang dialami oleh Yohanes, dimana di dalam mimpi tersebut, Yohanes melihat berbagai macam hewan. Mimpi seperti ini dapat saja dialami oleh setiap manusia, khususnya apabila ia makan terlalu banyak. Sedangkan Yesus, selama hidupnya, ia sama sekali tidak pernah mengatakan demikian. Berikut ini akan kami jelaskan tentang setiap perkataan dan perbuatan Jesus…

Pertama, kita akan membahas tentang konsep Holy Trinity. Konsep ini banyak diimani oleh mayoritas orang kulit hitam dan umat nasrani; baik mereka dari pengikut golongan Angelisme, atau Katolikisme, atau Luterime17, atau Mesudisme18.
Secara umum, umat nasrani beriman dengan suatu konsep yang disebut Holy Trinity, dan di dalam ajaran ajaran nasrani yang disampaikan oleh gereja-gereja, mereka mengatakan:
“Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Kudus. Namun mereka bukanlah tiga Tuhan, akan tetapi satu Tuhan” Tuhan Bapa memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, Tuhan Anak memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, dan Tuhan Roh Kudus memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, namun mereka bukanlah tiga Tuhan yang memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, akan tetapi satu Tuhan yang memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu.
Tuhan Bapa adalah seseorang, Tuhan Anak adalah seseorang, dan Tuhan Roh Kudus adalah seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.

Saya akan bertanya, bahasa apakah ini? Apakah ia bahasa Inggeris? Sepertinya begitu, akan tetapi ia bukanlah bahasa Inggris. Anda mengatakan: “seseorang, seseorang, dan seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.
Bahasa apakah ini?!! Katakan kepada saya, wahai orang-orang Inggris, orang-orang Amerika. Apa defenisi seseorang dalam bahasa kalian?.


Jika anda memiliki kesamaan yang sulit untuk dibezakan dengan ketiga saudara anda, kemudian salah seorang dari saudara anda melakukan tindakan kriminal, maka apakah anda atau saudara anda yang lain, yang tidak melakukan kesalahan juga dihukum? Tentu anda akan menjawab: “Tidak”.
Mengapa tidak, sedangkan kalian semua sama? Anda akan katakan: “Tidak”, sebab dia orang lain, bukan kami. Lalu apa yang menjadikannya orang lain? Anda akan mengatakan: “Keperibadiannya”. Jika karena keperibadiannya berbeda anda katakan dia orang lain, maka ketika umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, saya akan katakan: “Bahwa secara logika mereka adalah tiga orang yang berbeda”.
Ketika anda mengatakan Bapa, tentu yang anda maksudkan bukanlah Anak, dan ketika anda mengatakan Anak, tentu yang anda maksudkan bukanlah Roh Kudus, bukankah demikian?.

Rasionanya kita jelas tidak dapat menerima tiga orang yang berbeza sebagai satu orang, ia akan tetap menganggap ketiga orang yang berbeda tersebut sebagai tiga orang. Jika akal saja tidak dapat menerima hal itu, maka bagaimana kita dapat mengatakan bahwa tiga gambar yang kita lihat seperti satu? Tiga selamanya akan tetap tiga. Keyakinan yang menganggap bahwa setiap makhluk hidup adalah Tuhan, atau sama dengan Tuhan, dalam pandangan kaum muslimin adalah bentuk pengkhianatan terhadap Allah! Baik itu pemahaman yang menganggap bahwa Allah memiliki jasad atau bahwa Allah menjelma sebagai manusia, maupun pemahaman-pemahaman yang lain.

Di dalam al-Qur`an, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam” ; padahal AI-Masih sendiri berkata: “Hai bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. ” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan setuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. ” (QS. al-Ma’idah: 72)

Jesus mengatakan tentang Bapa yang ada di langit, Dia-lah Bapa kalian dan Bapa saya, selamanya.
Pada pasal pertama dari Injil Matius, disebutkan ayat yang sangat bertentangan dengan apa yang kalian katakan, iaitu bahwa kata: “Bapa kalian, Bapa kamu, telah disebutkan sebanyak tiga belas kali, sebelum Yesus sendiri mengatakan Bapaku, sungguh sesuatu yang sangat aneh!!

Jesus telah mengatakan kepada kalian sebanyak tiga belas kali drngan kiasan bahwa Allah adalah Bapa setiap manusia, sebab Dia-lah Sang Pencipta, yang memberi nikmat, dan yang membagi rizki kepada seluruh makhluk-Nya. Namun ia tidaklah dilahirkan di dunia, sebab kelahiran adalah perbuatan manusia, karena ia sangat berhubungan drngan unsur-unsur seks.
Keinginan untuk melakukan hubungan seksual adalah fitrah makhluk hidup, rendah, dan sangat tidak patut jika kita lekatkan fitrah ini kepada Allah SWT, meskipun demikian, orang-orang nasrani tetap saja selalu mengatakan:

.

Last edited by akusait; 26-07-2011 at 09:23 PM..
Reply With Quote
  #6  
Old 26-07-2011, 05:59 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default

“Anak Allah, Anak Allah, Anak Allah”. Saya bertanya: “Berapa banyakkah anak Allah?! Majoriti orang kulit hitam yang beragama nasrani mengatakan bahwa Allah hanya memiliki satu anak. Maka saya katakan: “Jika demikian bererti kalian sama sekali tidak membaca kitab suci kalian, atau kalian tidak membacanya sebagaimana mestinya. Tahukah kalian bahwa di dalam kitab suci kalian disebutkan, Allah memiliki anak-anak yang tidak terhitung jumlahnya? Di dalam kitab Kejadian disebutkan:

“1. Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik -cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 3. Berfirmanlah Tuhan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja. ” 4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purba kala, orang-orang yang kenamaan. (Kejadian, 6: 1 – 4).

Di dalam kitab Keluaran disebutkan:
“4. Muka engkau harus berkata kepada Firaun: “Beginilah firman Tuhan: `Israel ialah anak-Ku, anak-Ku, yang sulung. ” (Keluaran, 4: 22).

Di dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Roma, disebutkan:
Di dalam kitab Yeremia disebutkan:
“9. Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, dlmana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. (Yeremia, 31: 9).

“14. Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. (Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma, 8: 14).

Apabila anda taat kepada Allah dan mengetahui ajaran-ajaran-Nya, maka anda adalah seorang pendidik, atau yang semacamnya. Di dalam bahasa dan istilah- istilah orang Yahudi, mereka ada yang mengatakan: “Anak Allah”. Sedangkan orang-orang nasrani mengatakan: “Tidak, sekali-kali tidak, Jesus bukanlah anak Allah, ia dilahirkan, akan tetapi ia bukanlah makhluk.” Saya katakan kepada anda: “Dapatkan anda menjelaskan kepada saya tentang hal ini, dapatkah anda memahamkan saya tentang apa yang ingin anda kukuhkan ketika anda mengatakan bahwa Yesus dilahirkan, namun bukan makhluk sebagaimana yang lainnya?!

Apakah yang akan anda katakan kepada saya?!
Percayalah kepada saya! Bahwa selama empat puluh tahun ini tidak seorang nasrani pun yang dapat menjelaskan kepada saya tentang maksud dari kalimat tersebut. Ada satu orang Amerika yang pernah mencoba untuk menjelaskannya kepada saya. Ia mengatakan: “Yang dilahirkan ertinya bahwa Allah-lah yang telah melahirkannya.” Saya katakan kepadanya: “Apa?!!” Sebelum saya melanjutkan perkataan saya, ia mengatakan: “Tidak, anda telah bertanya kepada saya tenang erti kalimat tersebut, dan saya telah menjelaskannya kepada anda, akan tetapi saya sendiri tidak percaya bahwa Allah melahirkan anak.”

Dengan demikian, maka perkataan tersebut adalah dusta, dan di dalam pandangan kaum muslimin, mengatakan bahwa Mesias itu Allah adalah bentuk kekafiran.
Di samping itu, ada juga bentuk keanehan lain dalam pandangan umat nasrani, yaitu keyakinan mereka terhadap Holy Trinity. Sekalipun golongan mereka berbeda-beda, dari mulai Ingilikan, Artsudzukis, Katolik, dan Maitsudiyah, akan tetapi keseluruhan mereka beriman dengan Holy Trinity. Mereka mengatakan bahwa Jesus adalah turutan kedua dari ketiganya. Anda mungkin pernah mendengar umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.” Akan tetapi anda tidak akan pernah mendengar mereka mengatakan: “Dengan nama Roh Kudus, Anak, dan Bapa. Atau dengan nama Anak, Roh Kudus, dan Bapa.”
Anak selalu dijadikan sebagai turutan ke dua dalam ketiga Triniti tersebut, dan apabila ada seorang nasrani yang mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa, maka perkataan ini dianggap sebagai satu dosa besar dalam pandangan gereja dan agama Nasrani.
Sedangkan di dalam pandangan Islam, meletakkan sifat-sifat KeTuhanan kepada makhluk apa pun adalah perbuatan kafir.

Akan tetapi menurut pandangan agama nasrani dan gereja-gereja Angelisme, atau Luterisme, atau Mesudisme, dan gereja-gereja lainnya, mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa merupakan satu dosa besar.

Padahal ia adalah mitos klasik yang sengaja dibuat oleh gereja Katolik sejak seribu tahun lebih. Saya tidak mengerti mengapa saudara Shorosh menyembunyikan hakikat tersebut. Padahal beliau sendiri beriman bahwa Jesus adalah Tuhan.

Di dalam bukunya yang berjudul “Al-Masih Al -Mutaharrir” (Mesias Yang Merdeka), mungkin beliau lupa, akan tetapi saya membawa buku itu. Maaf, maksud saya buku “Al-Falisthini Al-Mutaharrir” (Palestina Merdeka). Pada bagian belakang sampul buku tersebut anda dapat melihat gambar bintang Daud, saya tidak mengerti, apakah yang dimaksud di situ adalah bebas dari orang-orang Yahudi atau dari apa?
Pada halaman ke lapan dari buku itu beliau mengatakan:
“Wahai Bapa di Syurga yang penuh cinta kasih, aku bersyukur kepadamu atas segala keajaiban yang telah Engkau jadikan di dalam kehidupanku, dan keajaiban yang paling besar adalah bahwa Engkau mencintaiku hingga Engkau mati untukku.”

Ungkapan ini ada di dalam sejarah gereja, dan sebagai seorang Doktor, saya yakin saudara Shorosh dapat membuktikan hal itu. Ungkapan tersebut adalah mitos klasik yang disebut dengan nama Baterbatsaniyah, atau Munariyatsayaniyah, atau Siliyaniyah. Anda tidak perlu bingung dengan istilah-istilah ini, sebab ia tidak lebih dari sekedar mitos-mitos klasik yang muncul dari gereja sejak lebih dari seribu tahun silam. Dan, Jesus telah menentang mitos ini, Ia mengatakan:
“9. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu bapamu, yaitu Dia yang di syurga. (Matius, 23: 9).


Jesus adalah manusia yang berjalan di muka bumi ini, dan dia telah bersaksi atas Petrus tersebut di dalam kitab Kisah Para Rasul:

“22. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Para Rasul, 2: 22).

Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus sama sekali tidaklah memiliki kemampuan untuk melakukan keajaiban-keajaiban, akan tetapi Allah-lah yang telah melakukan keajaiban-keajaiban tersebut kepadanya, maka dia bukanlah Bapa.
Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi:
“37. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku, Kamu tidak pernah mendengar suara Nya, rupa-Nya pun tiduk pernah kamu lihat. (Yohanes, 5:37).

Orang-orang Yahudi pada waktu itu melihat Jesus dan mendengar perkataannya.
Benar bahwa mereka tidak mempedulikan risalahnya, akan tetapi mereka telah mendengar perkataannya. Tidak semua orang Yahudi itu tuli, buktinya mereka memberi respon terhadap risalahnya, mereka mendengarnya, melihatnya, dan mereka ingin merajamnya, hingga Yesus pun lari dari mereka dan bersembunyi di suatu tempat, sebagaimana yang disebutkan sendiri oleh Bible. Dengan demikian, maka sangat tidak masuk akal jika Yesus dikatakan sebagai Tuhan, juga sangat tidak masuk akal jika dia dikatakan sebagai Allah.

Di dalam Bible juga disebutkan tanda-tanda tentang segala sesuatu selain Allah, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur`an: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” Artinya bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat anda pikirkan atau khayalkan sebagai zat yang menyerupai Allah. Di dalam al-Qur`an, disebutkan sembilan puluh sembilan nama-nama Allah Yang Mulia, seperti Yang Maha Mulia, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Adil, Yang Maha Suci, dan lain sebagainya. Akan tetapi Allah bukanlah nama yang ini atau yang itu.

Di dalam Bible juga dijelaskan tentang hal serupa.
Di dalam kitab Ayub disebutkan:
“2. “Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah?” (Ayub, 9: 2).

Ertinya; bagaimana mungkin kita dapat membandingkan antara manusia dengan Tuhan? Bagaimana mungkin kita dapat mensucikan seseorang yang dilahirkan wanita? Setiap manusia yang dilahirkan oleh wanita, sangat tidak pantas untuk dibandingkan dengan Allah; baik itu Musa, atau Jesus, atau Muhammad, atau Rama, atau Krisna, atau Budha. Setiap manusia yang dikandung di dalam perut ibunya selama sembilan bulan, tidak mungkin menjadi Tuhan! Inilah yang dikatakan Taurat.
“5. Sesungguhnya, bahkan bulan pun tidak terang, dan bintang-bintang pun tidak cerah di mata-Nya. (Ayub, 25: 5).

Apa itu bulan? Apa itu bintang-bintang? Keduanya bukanlah sesuatu bagi Allah!.
Orang-orang nasrani mengatakan: “Yesus dilahirkan oleh seorang wanita, itu benar, akan tetapi kelahirannya adalah mukjizat.” Kita sepakat dengan hal itu.
Di dalam Bible, disebutkan:
“6. Lebih- lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!” (Ayub, 25: 6).

Apabila matahari, bulan, dan bintang-bintang saja sama sekali tidak berarti apa-apa bagi Allah! Lalu siapa manusia? Siapa saya, anda, dan kita semua?
“6. Lebih- lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!” (Ayub, 25: 6).



Last edited by akusait; 26-07-2011 at 09:36 PM..
Reply With Quote
  #7  
Old 26-07-2011, 06:11 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default

Tahukah anda apa itu berenga! Akan lebih baik jika anda mencari maknanya di dalam kamus-kamus bahasa! Berenga adalah ulat-ulat yang ada pada manusia yang telah mati. Kita semua adalah berenga, dan anak manusia adalah seekor ulat. Siapakah seeokor ulat itu? Ia adalah Jesus Mesias!. Ayat di atas adalah penjelas apabila masih ada keraguan di dalam hati kalian bahwa Jesus merupakan pengecualian di dalam konteks ayat tersebut. Allah telah mengatakan kepada kalian: “Bahwa Dia tidaklah demikian”. Di dalam Perjanjian Baru, Jesus disebutkan sebanyak 83 kali dengan ungkapan sebagai anak manusia:
“Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala Nya. ” (Matius, 8: 20).

Sebagaimana Yunan (Yunus) dapat berada selama tiga hari tiga malam di dalam perut ikat paus, maka anak manusia hanya dapat berada di perut bumi selama tiga hari tiga malam.

Sedangkan tentang anak Allah, hanya ada disebutkan sebanyak 13 kali.
Apabila anda bertanya kepada siapa pun dari kaum missionaris nasrani, siapakah anak manusia? Dia pasti akan menjawab: “Anak manusia adalah Jesus”, ia tidak akan kembali menjadi berenga! Sedang kita adalah yarqaat, lebih hina daripada ulat. Dengan kata lain, janganlah kalian berangan-angan, sebab segala sesuatu yang dilahirkan oleh seorang wanita adalah berenga!!

Di dalam Injil Lukas disebutkan bahwa, setelah usia Jesus mencapai delapan hari, maka mereka pun mengkhatannya. Apakah ada Allah yang dikhatan?!!

(Para hadirin pun bertepuk riuh)

Saya harap anda dapat menjaga ketenangan sebagaimana yang diharapkan oleh moderator sebelumnya!
“Dan ketika genap dalapan hari dan la harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum la dikandung ibu-Nya. ” (Lukas, 2: 21).

Siapakah orang yang berada di dalam perut ibunya? Ia adalah Yesus. Bagaimana ia keluar dari perut itu? Sama seperti keluarnya saya dari perut ibu saya, dan anda dari perut ibu anda. Lalu siapakah Allah?!!
Apabila ada salah seorang dari kita yang berkerja sebagai seorang suster, mungkin anda akan berpikir, bagaimana mungkin anggapan seperti ini telah ada sejak lebih dari seribu tahun di dalam Ishthabal, ketika Maryam berusaha untuk melahirkan seorang anak? Apakah akan terpikir oleh anda, walau sejenak, bahwa anak yang dilahirkan tersebut adalah seorang Tuhan?! Astagfirullah.
Rasio kita tentu akan menafikan pemikiran seperti ini. Apalagi anak yang dilahirkan itu telah membuat ibunya bernajis selama empat puluh hari, seperti yang disebutkan di dalam Bible.

Inikah yang disebut sebagai Tuhan Yang Suci?! Tidak, ia adalah anak manusia yang dikandung di dalam perut ibunya selama sembilan bulan, sama seperti saya, dan anda.
Para pengikut Angelisme yang ada di Inggeris saat ini, jauh lebih rasional daripada para pengikut Injil. Dalam jajak pendapat para pastur yang diadakan pada bulan Juni tahun lalu di Amerika, lebih dari separuh pastur yang hadir pada saat itu mengatakan:
“Umat Nasrani tidak diwajibkan untuk berkeyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan” jika demikian, maka setelah hari ini anda tidak memiliki kewajiban untuk berkeyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan. Apabila kesimpulan saya dan anda ada pada titik ini, maka ini adalah kesimpulan anda sebagai seorang nasrani Anda berkeyakinan bahwa Yesus wajib mati sebagai seorang Tuhan, tidak sebagai seorang manusia. Dengan alasan bahwa tidak mungkin seorang manusia dapat memikul beban dosa seluruh alam dengan kematiaannya di atas tiang salib.

Kami mengatakan bahwa pada hakikatnya mereka tidaklah membunuhnya, dan tidak pula menyalibnya. Dan tentang hal ini, kami telah menjelaskannya secara terperinci pada bulan Jun kemarin, karenanya di sini kami tidak akan membahasnya kembali.
Allah telah mati. Apakah anda benar-benar yakin bahwa Allah telah mati?!
Bukankah kalian sendiri mengatakan bahwa Allah itu kekal? Jika ia mati, lalu apa yang akan terjadi pada makhluk-makhluk-Nya? Anda tahu bahwa listrik yang ada dalam ruangan ini berasal dari satu mesin pembangkit listrik, apabila terjadi kerusakan pada mesin tersebut apa yang akan kita lakukan di sini? Acara akan berakhir, dan kita semua diliputi oleh kegelapan.

Apabila cahaya Allah telah padam, lalu siapa yang akan mengatur perkara-perkara alam, siapa yang akan memudahkannya selama tiga hari tiga malam ketika ia berada di dalam kubur, seperti yang anda katakan, siapa yang akan mengendalikan alam selama masa itu?
Saya katakan bahwa Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan, dan dia juga tidak pemah mengatakan kepada seorang manusia pun, sembahlah aku! Sebaliknya, ia justru mengatakan: “Bapaku lebih mulia dariku”. “Bapaku lebih mulia dari segala sesuatu”. “Aku tidak dapat melakukan sesuatu pun dengan diriku, namun Allah dapat melakukan segala sesuatu”.

Saudara Shorosh mengatakan: “Allah dapat menjelma sebagai manusia, karena ia dapat melakukan segala sesuatu.” Saya katakan: “Allah tidak dapat melakukan itu”, apakah dengan demikian saya telah mengingkari kemampuan Allah?

Tidak. Saya menantang siapa saja, untuk membuktikan kepada saya bahwa Allah mampu untuk menciptakan Tuhan yang lain. Sebab Allah bukanlah makhluk, Dia adalah Tuhan, Dia dapat menciptakan makhluk, bukan Tuhan. Dia Maha Kekal, Tidak Berawal dan Tidak Berakhir, dan tidak dapat menciptakan Tuhan lain yang Kekal seperti Dia.
Inilah hukum rasional yang normal.

Allah tidak dapat menciptakan Tuhan yang lain. Lalu apakah mungkin Allah dapat menciptakan Bapa lain sehingga ada dua Bapa, kemudian menciptakan serentetan Bapa-bapa. Dengan demikian dapat saya katakan bahwa rasionalitas anak-anak bibi saya, orang -orang India sana, jauh lebih baik lagi. Sebab mereka beriman dengan banyak Tuhan, dimana menurut mereka bahwa segala sesuatu memiliki Tuhan tersendiri. Mengapa anda tidak menggunakan rasional anda saat anda mengecualikan seorang makhluk sebagai Tuhan? Mengapa Tuhan itu tidak banyak, padahal di dalam Bible disebutkan bahwa anak-anak itu banyak, dan anak-anak itu adalah Tuhan?.

Allah tidak dapat mengeluarkan saya dari kekuasaan-Nya. Adakah tempat di alam ini yang berada di luar kekuasaan-Nya, sehingga Dia dapat mengeluarkan saya dari wilayah kekuasaan-Nya, pernahkah anda berpikir demikian? Kemana Dia akan meletakkan saya?

Allah dapat melakukan segala sesuatu, akan tetapi ia tidak akan melakukan sesuatu apa pun kecuali perkara-perkara keTuhanan. Karena Allah tidak mungkin berbuat sia-sia.
Saya tidak yakin bahwa saudara Shorosh datang kemari untuk sekadar berbual atau mengatakan hal- hal yang sia-sia. Anda juga tidak yakin bahwa saya datang kemari untuk melakukan hal itu. Apakah mungkin orang yang telah menempuh beribu-ribu mil dari Afrika, dan orang yang telah menempuh beribu- ribu mil dari Amerika, datang kemari hanya untuk mengatakan hal-hal yang sia-sia? Menurut anda, apa yang kami ingin dengan semua ini? Jika ada seseorang yang mengatakan: “Tuan Deedat dan Shorosh datang kemari untuk berjoget bersama di hadapan kita”, apakah anda akan percaya? Jika anda menyampaikan perkataan itu kepada orang lain, apakah mereka akan percaya? Jelas anda akan mengatakan: “Kami tidak yakin, bahwa kedua orang yang taat beragama tersebut datang kemari untuk berjoget bersama”.
Allah SWT hanya melakukan perkara-perkara keTuhanan, bukan perkara-perkara yang tidak berhubungan dengan keTuhanan. Jesus berkata:
“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Lukas, 11: 20).


Ia juga berkata:

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Matius, 12: 28).

Kekuasaan yang kita bicarakan adalah kekuasaan yang mampu untuk melakukan ini dan itu, kekuasaan yang mampu untuk mengampuni dosa-dosa.
Tanyakanlah, dari manakah ia mendapatkan itu? Ia akan menjawab:
“Jesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. ” (Matius, 28: 18).

Jika demikian maka semua itu bukanlah kekuasaannya, akan tetapi Bapa yang di langitlah yang telah memberikan kekuasaan itu kepadanya. Dia telah memberikan kepadanya kekuasaan untuk dapat menyembuhkan penyakit bisu dan kusta, dapat menghidupkan orang yang mati, dan dapat membunuh seribu ****, seperti yang disebutkan di dalam Bible.

Dia juga memiliki kekuasaan untuk mengeringkan pohon tiin dari akarnya dan dapat menenangkan badai topan di lautan. Dan manakah semua kekuasaan itu datang kepadanya? Dari Allah!! Jika demikian, maka kemuliaan itu hanva milik Allah.
Salah seorang dan mereka telah menunjukkan hasil telaahnya di dalam perjanjian baru, yaitu ketika Jesus melakukan salah satu keajaiban, ia mengatakan: “Kemuliaan hanya milik Allah, Dialah yang telah memberikan kekuasaan itu kepada manusia.”

Saudara Shorosh mengatakan: “al-Qur’an al Karim sendiri ada yang menyebutkan bahwa Jesus mengetahui bila datangnya hari kiamat.” Menurut saya, ini hanya anggapan beliau. Al-Qur’an ada di sini, di hadapan anda sekalian. Anda dapat membuktikan kebenaran apa yang saya katakan. Saya harap, dalam kesempatan yang ke dua nanti saudara Shorosh bersedia menunjukkan kepada kita, di ayat mana al-Qur’an ada menyebutkan tentang hal itu.
Sedangkan Bible sendiri menentang statement beliau tadi. Di dalam Injil Markus disebutkan:
“Tentang hari dan kiamat itu, maka tidak ada seorang manusia paa yang mengetahuinya, baik para malaikat yang ada di langit, maupun Tuhan Anak, kecuali Tuhan Bapa.”

Last edited by akusait; 26-07-2011 at 09:49 PM..
Reply With Quote
  #8  
Old 26-07-2011, 06:13 PM
hazmine hazmine is offline
Active Member

hazmine's Avatar
 
Trader Rating: (1)
Join Date: May 2008
Location: depan lappy 24/7 klu boleh
Posts: 1,882
Poster Rank: #2038
Thanked 2 Times
Active Level
Default

kan ade video bro?
Reply With Quote
  #9  
Old 26-07-2011, 06:17 PM
arang67 arang67 is offline
Well-Known
Member

arang67's Avatar
 
Trader Rating: (41)
Join Date: Apr 2009
Posts: 5,249
Poster Rank: #684
Thanked 272 Times
Active Level
My Mood:
Default

yg video tu yg best time dia suh paderi minum racun tu..pastu paderi tu bagi alasan ape yek..lupe la..kalau boleh tepek video tt
Reply With Quote
  #10  
Old 26-07-2011, 06:22 PM
akusait akusait is offline
Super Active Member

akusait's Avatar
 
Trader Rating: (5)
Join Date: May 2008
Posts: 3,772
Poster Rank: #996
Thanked 236 Times
Active Level
My Mood:
Default

Quote:
Originally Posted by arang67 View Post
yg video tu yg best time dia suh paderi minum racun tu..pastu paderi tu bagi alasan ape yek..lupe la..kalau boleh tepek video tt
betul2..part tu best..

ni aku sambung lagi....

Ertinya; menurut ilmuku, kekuasaanku tidaklah seperti kekuasaan Allah, dan aku tidaklah seperti Dia. Inti permasalahannya adalah dimanakah Jesus pernah mengatakan: “Aku adalah Allah, atau sembahlah Aku, atau Aku dan Allah adalah satu.” Adakah di antara para hadirin sekalian, khususnya yang beragama nasrani, yang dapat menunjukkan kepada saya ayat yang mengatakan bahwa Yesus pernah berkata: “Aku dan Allah adalah satu?!!

Salah seorang hadirin berdiri dan berkata: “Saya akan tunjukkan kepada anda. Dalam Yohanes, pasal 14 ayat 6.

Syeikh Deedat berkata: “Apa bunyi ayat dalam pasal 14?”
Ia menjawab: “Ayat itu mengatakan: “Aku dan Allah satu”.

Syeikh Deedat menjawab: “Baik, penyebutan tentang letak ayat tersebut tidak benar, sebab ayat tersebut terdapat di dalam pasal 114 ayat 6, akan tetapi penukilan yang disampaikan benar. Letak yang benar untuk ayat tersebut adalah pada pasal 10 ayat 30 dari Injil Yohanes.

(Para hadirin pun bertepuk tangan riuh)

Saya harap, para hadirin sekalian tetap menjaga ketenangan.

Berikut saya akan bacakan kepada anda sekalian bunyi ayat tersebut dengan hafalan saya, dan saudara Shorosh sendiri telah mengingatkan saya bahwa ayat tersebut terletak pada pasal ke sepuluh dari Injil Yohanes.

Sekarang, apakah bunyi ayat tersebut?
Saya telah menghabiskan selama empat puluh tahun umur saya untuk membahas tentang hal ini dengan umat nasrani, akan tetapi setiap kali ia mengatakan perkataan Yesus: “Aku dan Bapa adalah satu”, dan saya bertanya: “Dalam konteks apakah ayat itu disebutkan? Ayat tersebut ada di dalam Bible, dan kita tidak dapat mengingkarinya. Akan tetapi selama empat puluh tahun itu pula, saya belum pernah menemukan seorang ulama nasrani pun yang dapat mengatakan kepada saya tentang konteks apa ayat itu disebutkan.

Bukalah Bible anda, sebab tanpa membuka Bible anda tidak akan pernah dapat mengerti tentang batasan yang terdapat dalam konteks ayat tersebut.
Sekarang saya akan membacakan bunyi ayat itu dengan hafalan saya…
Konteks atau jalan cerita ayat tersebut dimulai dari ayat ke dua puluh tiga…
“23. Dan Yesus berjalan jalan di Bait Allah, di rerambi Salomo. 24. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami. ” 25. Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku. 26. tetapi kami tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. 2?. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan rnerebut mereka dari tangan-Ku. 29. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan tidak seorangpun yang dapat merebut mereka dari tangan Bapa, 30. Aku dan Bapa adalah satu. ” (Yohanes, 10: 23-30).

Mereka menganggap bahwa perkataannya (Jesus) tidak jelas, sebab ia tidak menyampaikan perkataannya dengan jelas. Anggapan seperti ini jelas anggapan yang salah, sebab kita ketahui bahwa perkataannya tidaklah rabun (tidak jelas).
Ia telah mengatakan dengan jelas: “Bahwa dirinya adalah Mesias”, akan tetapi orang-orang Yahudi menginginkan khitab (ungkapan sebagai Tuhan) tersebut kepadanya, dan mereka tidak suka sesuatu apa pun yang mempersempitnya.

Hingga Jesus mengatakan kepada mereka dengan ungkapan sebagai berikut:
“Wahai anak-anak Ular, wahai kuburan-kuburan zygot, wahai generasi yang jahat lagi fasik, wahai orang-orang edit moderator*)!!” Inginkah kalian mendengar ungkapan seperti ini dari orang lain? Orang-orang Yahudi pun, jelas tidak mudah melupakan ungkapan tersebut. Karena itulah, ketika mereka bertemu dengan Yesus, mereka segera melambaikan tangan-tangan mereka ke wajahnya, dan mengatakan: “Kemari, kemari, katakanlah kepada kami, mengapa engkau tidak mengatakannya kepada kami?” Sesungguhnya mereka (orang-orang Yahudi) hanya ingin bertengkar dengannya, maka untuk menggerakkan hati mereka, dan agar mereka merasa lebih terpukul, Yesus mengatakan kepada mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kalian, akan tetapi kalian tidak percayal!”

“Pekerjaan pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku. . . ” (Potongan ayat di atas).

Akan tetapi orang-orang Yahudi ingin berselisih dengannya, jika anda memiliki keinginan untuk mencari akan hal itu, anda akan mendapatkannya sangat dekat dengan anda.
“Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus, 32. Kata Yerus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” 33. Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia staja, menyamakan diri Mu dengan AIIah. ” (Yohanes, 10: 31-33).

Ini adalah contoh anggapan salah yang lain. Jika anggapan salah pertama adalah bahwa perkataan Yesus itu rabun, maka anggapan kedua adalah bahwa Yesus mengaku Tuhan. Inilah tuduhan yang dikatakan orang -orang Yahudi. Orang-orang Nasrani mengikuti jejak Yahudi, yaitu dengan mengatakan bahwa Yesus mengaku sebagai Tuhan, hanya saja orang-orang nasrani mengatakan bahwa Yesus mempunyai hak untuk itu.
Mari kita simak apa yang dikatakan Yesus kepada orang-orang Yahudi:
“34. Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah befirman: “Kamu adalah Allah? 35. Jikalau mereka, kepada siapa, firman itu disampaikan, disebut Allah -sedang Kltab Suci tidak ada dibatalkan-, ” (Yohanes, 10: 34-35).

Ertinya bahwa di dalam bahasa Yahudi para nabi disebut dengan Tuhan.
“Allah berfirman kepada Musa: “Berfirmanlah Tuhan kepada Mura: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. ” (Keluaran, 7: 1).

Dan, di dalam kitab Mazmur Allah berfirman:
“Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak -anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.” (Mazmur, 82: 6).

Demikianlah kecantikan bahasa Ibrani. Ketika anda menggunakan kata Allah, maka yang dimaksud disitu bukanlah Allah. Dalam Surat Paulus Yang Kedua Kepada Jemaat di Korintus, disebutkan:
“Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” (Surat Paulut Yang Kedua Kepada Jemaat di Korintus, 4: 4).

Demikianlah bahasa kalian, dan seperti itulah makna ungkapan kalian. Karena setan memiliki pengaruh di alam ini, maka kalian pun mengatakan bahwa dia adalah ilah.
Musa disebut sebagai ilah bagi Firaun, dan kalian sendiri, wahai orang-orang Yahudi adalah ilah. Demikianlah kejeniusan bahasa Ibrani.
Anda tentu tidak dapat menuhankan Mesias berdasarkan ucapan-ucapan seperti:
34. Mesias berkata, “Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?. 35. Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan disebut Allah -sedang kitab suci tidak dapat dibatalkan-” (Yohanes, 10: 34-35).

Ertinya kamu tidak dapat mendustakan aku.
“Masihkah kamu berkata kepada dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutusnya ke alam duaia: Engkau megghujat Allah! karena aku telah berkata: Aku anak Allah. ” (Yohanes 10: 36).

Mesias menolak orang-orang Yahudi, ia berkata,
“Tidak mengapa terhadap apa yang telah aku katakan, A!!ah mempunyai anak-anak yang tidak terhitung jumlah mereka dalam bahasa kita, maka mengapa kamu menyalahkan aku jika kukatakan aku anak A!!ah pada saat yang lain dipanggil Tuhan-Tuhan di dalam kitab kamu”

Saudara Anis Shorosh meminta saya agar mengirimkan buku-buku saya kepadanya, itu telah sava lakukan, saya telah mengirimkan semua buku-buku yang telah saya tulis dan semua persiapan, dan saya katakan kepadanya, “Anda dapat melakukan sesuatu bertitik tolak dari buku-buku saya tersebut, anda mudah untuk menolak berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada anda, karena semua perkataan saya telah tertulis di depan mata anda, jelas anda telah mengetahui hujjah hujjah saya sebelumnya, saya tidak takut karena menurut pengetahuan saYa tidak ada satu hujjah pun dari hujjah-hujjah ini yang dapat jelaskan akal. Dengarkanlah Allah SWT. berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an, ini dengan ungkapan lain:
“Al-Masih (Mesias) putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya bIaSa memakan makanan “. (QS. al-Ma ‘idah (5): 75).

Last edited by akusait; 26-07-2011 at 09:58 PM..
Reply With Quote
Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +8. The time now is 01:13 AM.


Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.
Disclaimer : All posts made by either members or mods even admins on CariGold.com are just only individual opinions, not necessarily or specifically those of CariGold.com or it's owner. CariGold does neither support, endorse nor vouch any programs and/or opportunities discussed here. We also does not give/offer investment advice and we does not research the opportunities discussed here. We simply provide a place for discussion. YOU'RE ON YOUR OWN RESPONSIBILITY IF YOU LOSE SUM OF MONEY IN ANY PROGRAMS DISCUSSED HERE