Mr DoN
Active+ Member
- Messages
- 4,218
- Joined
- Dec 17, 2008
- Messages
- 4,218
- Reaction score
- 105
- Points
- 33
Para penyelidik Belanda telah mengidentifikasi satu zat di dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka, demikian laporan mereka yang disiarkan Rabu di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB).
Pasukan penyelidik tersebut mendapati bahawa "histatin", protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung-jawab atas penyembuhan luka.
Penyelidikan itu mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronik yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka terbakar. Selain itu, zat tersebut memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotik dan alkohol gosok.
"Kami berharap penemuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak sembuh-sembuh, seperti buruk di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi penghidap luka yang mengakibatkan trauma seperti luka terbakar," kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut.
"Hasil penyelidikan ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa haiwan menjilati luka mereka," kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal.
"Itu juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang. Itu juga mengarahkan kita untuk mulai memandang air ludah sebagai satu sumber bagi ubat baru."
.
Pasukan penyelidik tersebut mendapati bahawa "histatin", protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung-jawab atas penyembuhan luka.
Penyelidikan itu mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronik yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka terbakar. Selain itu, zat tersebut memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotik dan alkohol gosok.
"Kami berharap penemuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak sembuh-sembuh, seperti buruk di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi penghidap luka yang mengakibatkan trauma seperti luka terbakar," kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut.
"Hasil penyelidikan ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa haiwan menjilati luka mereka," kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal.
"Itu juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang. Itu juga mengarahkan kita untuk mulai memandang air ludah sebagai satu sumber bagi ubat baru."
.
