PDA

View Full Version : Solat Sunat Syukur


qarqun
12-03-2009, 09:57 PM
Assalamu'alaikum wr. wb.

Dalam hadist riwayat Abu Bakrah r.a. Rasulullah s.a.w. ketika mendapatkan
kabar yang menggembirakannya atau mendapatkan satu karunia dari Allah,
beliau bersujud.
(H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan mengatakan bahwa ini hadist
Hasan).

Dalam riwayat lain Rasulullah s.a.w. bersujud bersyukur kepada
Allah ketika mendengar berita raja Hamdan masuk Islam. (H.r. Baihaqi).

Riwayat Ahmad dan Hakim dari Abdurrahman bin Auf berkata : Suatu hari
Rasulullah s.a.w. keluar dari kediaman tiba-tiba beliau terperengah lalu
masuk kembali ke dalam, keudian beliau menghadap qiblat lalu bersujud lama
sekali, kemudian beliau mengangkat kepalanya dan berkata "Jibril datang
kepadaku
mengatakan bahwa Allah berkata kepadamu "Barangsiapa membacakan sholawat
dan salam kepadamu maka Aku mengucapkan shalawat dan salam kepadanya", aku
bersujud mensyukuri itu".

Dalam riwayat Abu Dawud dari Amir bin Sa'ad dari ayahnya berkata : kami
bepergian bersama Rasullah s.a.w. dari Makkah menuju Madinah ketika sampai
dekat Ghazwara beliau berhenti kemudian mengangkat tangannya sejenak
berdo'a kepada Allah lalu beliau bersujud lama sekali, lalu beliau
mengangkat kepalanya
lalu bersujud lagi hingga tiga kali. Kemudian beliau berkata "Aku meminta
kepada Allah agar umatku diberi syafa'at, lalu Allah mengabulkan untuk
sepertiga umatku, lalu aku bersujud syukur kapada-Nya, lalu aku berdoa lagi
dan Allah mengabulkan sepertiga lagi, lalu aku bersujud lagi, lalu aku
berdo'a lagi dan Allah mengabulkan memberi syafaat untuk sepertiga umatku
yang tersisa lalu aku bersujud mensyukurinya"

Abu Bakar r.a. diriwayatkan bersujud syukur ketika menerima berita
ditaklukannya Yamamah
oleh peasukan muslimin.

Mayoritas ulama mengatakan disunnahkan sujud syukur ketika menerima berita
gembira atau mendapatkan kenikmatan dengan landasan hadist-hadist di atas.

Ulama Hanafi mengatakan makruh sujud syukur karena tidak terhitungnya ni'mat
Allah yang diberikan kepada kita. Akan tetapi mayoritas ulama Hanafi tetap
mengatakan sunnah asalkan
tidak dilakukan setelah shalat fardlu.

Ulama Maliki juga mengatakan sujud sukur makruh, demikian pula sujud ketika
ada gempa atau musibah. Menurut pendapat ulama Maliki, ketika kita
mendapatkan kegembiraan disunnahkan untuk shalat dua rakaat, karena inilah
yang dilakukan oleh penduduk Madinah.

Menurut sebagian ulama, tatacara sujud syukur adalah seperti shalat harus
bersuci, kemudian takbir lalu sujud seperti sujud biasa kemudian diakhiri
dengan salam, ini karena sujud merupakan amalan dari shalat sehingga bila
hendak melakukannya di luar shalat disyaratkan memenuhi persyaratan shalat.

Namun ulama Syafi'ie mengatakan bahwa sujud syukur tidak seperti shalat,
cukup dilakukan kapan saja tidak harus suci dan tidak perlu mengucapkan
takbir dan salam. Boleh juga melakukan sujud syukur di atas kendaraan dengan
isyarat ketika mendapatkan kegembiraan. Pendapat ini berlandaskan kepada
hadist-hadist di atas yang tidak menyebutkan harus suci
dan membaca takbir dan salam.

Sujud syukur setelah shalat fardlu, apalagi setiap saat setelah shalat para
ulama mengatakan makruh, ini untuk menghindari kemungkinan salah paham dari
orang awam hingga menganggapnya sunnah yang dilakukan setelah shalat atau
bahkan menganggapnya fardlu. Setiap pekerjaan yang bisa menimbulkan anggapan
demikian bisa dihukumi makruh.

Ada juga pendapat yang mengatakan sujud sykur setelah shalat fardlu yang
tidak diperbolehkan melakukan sunnah ba'diyah, yaitu Asar dan Subuh hukumnya
makruh dan diperbolehkan setelah shalat-shalat lainnya. Sujud setelah shalat
fardlu
menjadi bid'ah kalau meyakini bahwa itu ibadah khusus yang dilakukan setelah
shalat.

Wallahu a'lam bissowab

Wassalam