BTC USD 84,024.3 Gold USD 4,279.83
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Keturunan Kesultanan Banjarmasin

usop_shippuden

Fun Poster
Messages
480
Joined
Dec 5, 2009
Messages
480
Reaction score
52
Points
20
sape2 ade info pasal kesultanan banjarmasin..apa gelaran yg dipakai oleh keturunan sultan dahulu hingga skarang?
adakah raden atau gusti...??yg ada banyak info pasal banjarmasin ker,org banjar ke,org kerian ke leh kongsi dalam thread ni

Kerajaan Banjarmasin merupakan kerajaan Islam pertama yang berkembang di Kalimantan Selatan. Agama Islam sangat besar pengaruhnya di Kerajaan Banjarmasin baik di bidang sosial, budaya, pemerintahan, serta aspek-aspek kehidupan masyarakat yang lainnya. Pengaruh Islam yang dominan terhadap kehidupan di Kerajaan Banjarmasin itu salah satunya dipengaruhi oleh proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Kerajaan Banjarmasin. Alasan pemilihan judul tersebut bahwa sampai saat ini belum ada kajian khusus yang membahas kedatangan Islam dan perkembangannya di Kerajaan Banjarmasin. Beberapa pembahasan dan penulisan mengenai sejarah Kerajaan Banjarmasin yang ada belum memberikan gambaran yang mendetail mengenai proses masuk dan berkembangnya Islam di Kerajaan Banjarmasin. Hal ini dirasa peneliti penting untuk dikaji mengingat Kerajaan Banjarmasin adalah kerajaan Islam pertama yang berkembang di Kalimantan Selatan. Selain itu kurangnya perhatian terhadap sejarah lokal, membuat peneliti tergugah untuk menyumbangkan sebuah karya ilmiah yang diharapkan dapat memperkenalkan sejarah lokal di Banjarmasin pada khususnya
Penelitian ini mencakup permasalahan sebagai berikut: (1) Bagaimana proses awal masuknya Islam di Kerajaan Banjarmasin pada Abad XVI ? dan (2) Bagaimana perkembangan Islam di Kerajaan Banjarmasin pada Abad XVI - XVIII ?. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana proses awal masuk dan berkembangnya Islam di Kerajaan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang dilakukan dengan beberapa langkah antara lain heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal masuknya pengaruh agama Islam di Banjarmasin pada abad ke XV melalui jalur perdagangan. Pengaruh Islam ini dibawa oleh pedagang- pedagang muslim seperti Raden Paku. Pemeluk agama Islam pertama diperkirakan adalah golongan pedagang dan masyarakat yang tinggal di bandar-bandar pelabuhan yaitu orang-orang Melayu dan orang-orang Ngaju. Agama Islam resmi sebagai agama Kerajaan Banjarmasin pada abad ke XVI, yaitu pada tanggal 24 September 1526 melalui Kerajaan Demak. Penerimaan agama ini terjadi pada masa pemerintahan Pangeran Samudera yang kemudian bergelar Sultan Suriansyah.
Islam kemudian berkembang dengan pesat dibawah pemerintahan Sultan Suriansyah, perkembangan ini meliputi struktur organisasi pemerintahan, sosial budaya dan penyebaran pengaruh agama Islam ke wilayah kekuasaan Kerajaan Banjarmasin. Perkembangnya yang sama juga terjadi pada masa Sultan Tahmidullah II dengan berdirinya tempat pendidikan pengajian pertama. Mengenai bukti-bukti berkembangnya Islam di Kerajaan Banjarmasin dapat di lihat dari peninggalan-peninggalan sejarah antara makam raja-raja Banjarmasin, peninggalan seni budaya seperti seni sastra dan seni arsitektur rumah adat Banjar yang dipengaruhi oleh unsur-unsur Islam.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut,untuk peneliti selanjutnya disarankan agar melengkapi penelitian yang belum termuat dalam penelitian ini karena adanya keterbatasan dari peneliti.


Penghijrahan ke Sumatera dan Malaysia

Suku Banjar yang tinggal di Sumatera dan Malaysia merupakan anak cucu dari para penghijrah etnik Banjar yang datang dalam tiga gelombang migrasi besar.

Pertama, pada tahun 1780 terjadi penghijrahan besar-besaran ke pulau Sumatera. Etnik Banjar yang menjadi pendatang ketika itu adalah para penyokong Pangeran Amir yang kalah dalam perang saudara Kerajaan Banjar, iaitu Pangeran Tahmidullah. Mereka terpaksa melarikan diri dari wilayah Kerajaan Banjar kerana sebagai musuh politik mereka sudah dijatuhkan hukuman mati.

Kedua, pada tahun 1862 terjadi lagi penghijrahan besar-besaran ke pulau Sumatera. Etnik Banjar yang menjadi pendatang ialah para pendukung Pangeran Antasari dalam kemelut Perang Banjar. Mereka terpaksa melarikan diri dari pusat pemerintahan Kerajaan Banjar di kota Martapura atas alasan yang sama. Pasukan Residen Belanda yang menjadi musuh mereka dalam Perang Banjar yang sudah menguasai kota-kota besar di wilayah Kerajaan Banjar.

Ketiga, pada tahun 1905 etnik Banjar kembali melakukan penghijrahan besar-besaran ke pulau Sumatera. Kali ini mereka terpaksa melakukannya kerana Sultan Muhammad Seman yang menjadi Raja di Kerajaan Banjar ketika itu mati syahid di tangan Belanda.

Penghijrahan suku Banjar ke Sumatera khususnya ke Tembilahan, Indragiri Hilir sekitar tahun 1885 di masa pemerintahan Sultan Isa, raja Indragiri sebelum raja yang terakhir. Tokoh etnik Banjar yang terkenal dari daerah ini ialah Syekh Abdurrahman Siddiq Al Banjari yang berasal dari Martapura, Banjar yang memegang jawatan sebagai Mufti Kerajaan Indragiri.

Dalam masa-masa tersebut, suku Banjar juga berhijrah ke Malaysia antara lain ke negeri Kedah, Perak (Kerian, Sungai Manik, Bagan Datoh), Selangor (Sabak Bernam, Tanjung Karang), Johor (Batu Pahat) dan juga negeri Sabah (Sandakan, Tenom, Keningau, Tawau) yang dikenali sebagai Banjar Melau. Tokoh etnik Banjar yang terkenal dari Malaysia adalah Syeikh Husein Kedah Al Banjari, iaitu bekas mufti Kerajaan Kedah. Salah seorang etnik tokoh Banjar dari Malaysia yang terkenal ketika ini ialah Dato Seri Harussani bin Haji Zakaria yang menjadi Mufti Kerajaan Negeri Perak.

Daerah yang paling ramai terdapat etnik Banjar di Malaysia adalah daerah Kerian di Negeri Perak Darul Ridzuan. Organisasi suku Banjar di Malaysia adalah Pertubuhan Banjar Malaysia.
 
mufti pun..kalau tang kerajaan najib senyap je...klu pembangkang, menyalak lebih2
 
Tanpa kaum Banjar, teruk Melayu dibelasah Cina waktu 13Mei 1969. Kaum Banjarlah pahlawan yang keluar memerangi kau tersebut di Batu Pahat dan Sungai Manik..
 
ha ha ha kg aku pun masuk sekali....kulaan niring napa takurihing
 
Batihang haur asal rumah saurang, tihang ulin mun rumah urang
 
"mengetihik ikam".. tu jer sayer tau.. huhu
 
Back
Top
Log in Register